UMKM Menuju Pemain di Era Industri 4.0

Oleh : Nursoleh

Pergerakan industri dan dunia usaha menuju arah revolusi industri 4.0 atau era milenial, sama sekali berbeda dengan era-era sebelumnya dari segala aspek dan romantika bisnisnya. Ciri utama dari revolusi 4.0 adalah mengaburkan bisnis secara fisik, digital dan biologis.

Kalau disederhanakan adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet saling mempengaruhi manusia. Jika belum sederhana juga, kehidupan manusia akan dipengaruhi oleh alat berupa teknologi yang serba pintar atau orang menyembutnya kecerdasan buatan yang dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas kinerja industri, usaha dan jasa.

Sebelum membahas era 4.0 ada baiknya mereview industri 1.0 hingga 3.0 agar mampu membedakan setiap tahapan revolusi industri tersebut, mulai dari penemuan mesin uap dan manufaktur pada abad ke-18 atau industri 1.0, abad ke-19 mesin uap digantikan dengan mesin listrik dan industri meningkatkan produksi dengan bantuan listrik dan ini dinamakan industri 2.0.

Baru saja kita akan lalui revolusi industri 3.0 dengan kemampuan komputer dan teknologi informasi. Pada era ini saja bagaimana kecepatan informasi yang tersebar dan memiliki kekuatan mengubah setiap usaha dengan menggunakan komputerisasi, sudah membuat banyak usaha yang terkapar dengan perubahan teknologi informasi.

Nah sekarang kita menghadapi revolusi 4.0 yang menitikberatkan dengan kecerdasan buatan. Semua teknologi yang terkoneksi dengan internet dijadikan serba cerdas, handphone jadi cerdas, televisi jadi cerdas, mobil dan motor jadi cerdas dan hampir dipastikan semua alat yang mendukung aktivitas manusia dibuat smart.

Dengan demikian, bisa dibayangkan begitu serba praktis dan mudahnya aktivitas manusia. Tidak perlu banyak gerak sudah bisa mengerjakan banyak gerak, gampangnya sedikit gerak banyak dikerjakan serba otomatis, bahkan industri sudah banyak yang menggunakan robot yang menggantikan pekerjaan manusia.

Dengan serba otonom atau otomatis tersebut akan menggantikan peran manusia dalam dunia kerja dan usaha, padahal Indonesia memiliki bonus populasi jumlah penduduk, dan banyak pekerjaan akan digeser dengan mesin atau robot. Sekarang ini kasir jalan tol saja sudah menggunakan mesin.

Menurut hemat penulis, ada beberapa pekerjaan yang cepat atau lambat akan digantikan oleh kecerdasan buatan. Di antaranya adalah Costumer Servis (CS), sopir, kasir, apoteker, penyiar radio, penerjemah dan juga pengarang lagu dan buku dan banyak lagi yang akan digeser dengan alat yang pintar.

Mungkin kah dunia usaha akan gulung tikar atau bangkrut? Saya katakan ya akan banyak yang akan terkapar dan terpapar dengan kecerdasan buatan jika tidak mampu merestorasi dengan cepat usahanya, termasuk juga UMKM yang dibahas pada kesempatan ini.

Menurut penulis, ada beberapa usaha yang akan berjaya di era milenial ini antara lain: industri kreatif, informasi dan teknologi, profesional, manajer, pelayanan kesehatan, pendidikan dan yang terakhir jasa konstruksi.

Nasib UMKM

Nasib itu bergantung usaha dari seseorang ataupun organisasi itu, ingin mengubah atau tidak dalam menghadapi kondisi perubahan yang sangat fundamental yang akan mempengaruhi setiap aktivitas manusia mulai dari pola pikir hingga kegiatannya. Revolusi industri 4.0 ini kalau diibaratkan kita dipaksa hidup dalam dua dunia, antara kehidupan ril dan sekaligus hidup dalam dunia virtual, bukanlah pertanyaannya adalah bisa atau tidak, tapi lebih mampukah menyesuaikan dengan bijak dengan kondisi ini.

Begini saja untuk memahaminya, seberapa seringkah melihat smartphone (HP) dan seberapa lama asyik memainkan dan melototin HP tersebut. Artinya, hampir separuh kehidupan ini bergantung pada benda yang HP yang terkoneksi internet, dari mulai pagi hingga malam. Secara fisik dalam dunia nyata (riil) tapi pikiran, harapan dan bahkan keinginan bergantung dalam HP tersebut. Artinya ada potensi di sana sekaligus ancaman secara bersamaan menghampiri setiap waktu dan setiap saat.

Potensi dalam hal peluang usaha dan pemasaran yang sangat terang benderang untuk digapai dan diraih. Ancamannya adalah peluang usaha dan pemasaran akan dirampas dan diambil oleh mereka yang siap dengan semua kemampuan yang dimilikinya. Begitu banyak perusahaan yang mapan tumbang oleh perusahaan baru yang hanya karena mampu memanfaatkan peluang ini.

UMKM harus mulai merestorasi diri atau berbenah memperbaiki pola pikir dan kerjanya. Ada beberapa yang perlu dipersiapkan dalam merestorasi UMKM antara lain adalah SDM, inovasi dan kreatif serta memiliki daya saing yang hebat. Pertama yang perlu direstorasi adalah sumber daya manusia (SDM)-nya.

Mulai sekarang jangan terlalu berharap dengan sumber daya alam (SDA) secara berlebihan dalam memunculkan potensi kekuatan. Begitu banyak daerah dan negara yang tidak memiliki SDA yang berlimpah justru mampu menjadi maju dan produktif. Masalahnya itu terletak pada peningkatan SDM yang memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi seperti ini.

Pemanfaatan Artificial intelligence atau kecerdasan guna menunjang bisnis yang dijalankan, yang paling dekat dengan kita adalah pemanfaatan smartphone dengan berbagai jenis aplikasi yang ditawarkan menjadi alat untuk mendorong tingkat penjualan produk UMKM. Misalnya untuk membuat advertising produk iklan saja begitu mudahnya menggunakan berbagai aplikasi sebut saja KineMaster, Canva, picsArt dan lainnya.

Itu semua bisa diunduh dengan gratis di Playstore. Mungkin masalahnya bagaimana cara mengoperasionalkan aplikasi tersebut memang perlu pelatihan yang cukup. Artinya, kemampuan SDM perlu juga di-upgrade menjadi lebih baik jika belum mampu membuat artificial intelligence cukup lah menjadi pemanfaatan Artificial intelligence tersebut.

Kedua, menjadi usaha yang memiliki karakter kreatif dan inovatif. Setiap yang kreatif pasti inovatif dan tidak semua yang inovatif pasti kreatif. Jadi yang harus dibangun itu adalah kreatif. Kreatif itu merupakan berpikir sesuatu yang baru sedangkan inovatif itu membuat yang baru. Jadi kata kuncinya adalah pola pikir itu sendiri, hasil dari kreatif itu adalah inovasi yang baik, karena kita menghadapi zaman intelegensia dengan produknya kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Dengan pola berpikir yang kreatif akan terbangun tiga hal bagaimana membangun sumber daya manusia yang kreatif, bagaimana mempergunakan teknologi menjadi lebih kreatif dan bagaimana bisnis meningkat karena kreatif dengan kekuatan inovasinya.

Sebagai contoh bagaimana pelaku UMKM berpikir kreatif dalam menjalankan usahanya maka bisa melakukan penguatan SDM yang keratif dengan cara memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, penggunaan teknologi sebagai alat pengembangan bisinis yang menguntungkan. Dan semua itu harus dimulai dari pemilik UMKM untuk segera mungkin melakukan restorasi secara menyeluruh jika tidak ingin menjadi kenangan karena tidak mampu menghadapi era yang penuh dengan persaingan yang sangat ketat ini.

Terakhir sebagai saran mulai lah bagi UMKM membuka diri dengan adanya perubahan ini, jangan bernostalgia dulu saja dengan melakukan seperti ini bisa maju dan berkembang. Ingat, banyak perusahaan besar dan mapan saja terpuruk dan bangkrut karena terlambat dalam menghadapi perubahan ini dan digantikan dengan perusahaan baru (starup) bekerja dengan cara acara baru sesuai dengan zamannya. (Penulis, Ketua Yayasan Ashabul Fikri Sahabatku dan Pegiatan Mobile Learning dan Marketing Digital dan Instruktur KineMaseter Indonesia)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here