UMK Lebak 2020 Diharapkan tak Naik

LEBAK, (KB).- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Lebak berharap Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lebak tak mengalami kenaikan di tahun 2020. Tujuannya agar iklim investor di Kabupaten Lebak tetap terjaga.

“Kami berharap UMK tahun 2020 tidak naik. Karena memang dari seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Lebak tidak semuanya mampu membayar upah sesuai UMK,” ujar Wakil ketua Apindo Kabupaten Lebak, Ace Sumirsa Ali kepada awak media usai rapat pra pembahasan UMK Lebak di Kantor Disnakertrans Lebak, Kamis (17/10/2019).

Menurut Ace, UMK Kabupaten Lebak seharusnya tidak perlu mengalami kenaikan. Namun, tetap di angka Rp2.498.000. “Dari seluruh perusahaan di Kabupaten Lebak, hanya segelintir saja yang mampu menerapkan upah sesuai UMK,” ujar Ace.

Ia mengatakan, dari data Apindo Kabupaten Lebak, terdapat 31 perusahaan besar, 21 perusahaan sedang dan 159 perusahaan kecil yang berinvestasi di Kabupaten Lebak. Jika UMK dipaksakan naik, dikhawatirkan jumlah tersebut akan berkurang dan berdampak buruk bagi Kabupaten Lebak lantaran para investor batal berinvestasi.

“Kita ingin iklim investasi di Kabupaten Lebak tetap terjadi, terlebih bupati dan wakil bupati tengah gencar melakukan promo investasi,” ujar Ace.

Sementara itu, Ketua KSPSI Kabupaten Lebak, Yogi Rochmat mengatakan, rapat pembahasan UMK Lebak ini baru pra, artinya belum diputuskan, apakah itu akan mengalami kenaikan atau tetap. Yang jelas, jika ada kenaikan itu ada dasar hukumnya.

“Rapat ini baru pra, untuk mencari sumber-sumber masukan dari dewan pengupahan. Nanti ditindaklanjuti pada rapat tanggal 31 Oktober 2019 mendatang,” ujarnya. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here