Sabtu, 20 Oktober 2018

Umat Islam Rayakan Tahun Baru di Masjid

SERANG, (KB).- Di pengujung 2017, perayaan Tahun Baru Masehi sudah menjadi kebiasaan yang lumrah dan harus dilaksanakan. Untuk non-Muslim, perayaan Tahun Baru tentu tidak menjadi masalah, namun sebaiknya untuk umat Muslim tidak merayakannya secara berlebihan.

Ketua Dewan Masjid Indonesia, Rasna Dahlan mengatakan, perayaan Tahun Baru Masehi bukan hari raya umat Islam. Perayaan Tahun Baru cukup melakukannya di masjid. “Bagi umat Islam merayakan Tahun Baru sebaiknya di masjid saja. Bisa dengan melakukan muhasabah (introspeksi diri). Evaluasi diri. Sudah sejauh mana perjalanan hidup ini. banyak bersyukur dan berzikir kepada Allah SWT. Seraya mengingatkan iman dan takwa kepada Allah,” katanya, Kamis (28/12/2017).

Ia menuturkan, umat Islam hanya merayakan Tahun Baru dengan cara yang berbeda, yakni Tahun Baru Hijriah dan Tahun Baru Islam. “Tahun Baru Masehi selalu identik dengan hal-hal hura-hura. Meskipun pada awalnya peringatan Tahun Baru 1 Januari juga terkait dengan tradisi keagamaan di Barat. Perayaan ini telah melanggar nilai-nilai agama. Perayaan Tahun Baru berjalan positif dan mayoritas Muslim memasukkan nilai-nilai keislaman dalam peringatan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Muhammad Asep Rahmatullah menuturkan, sejarah Tahun Baru Masehi. Perayaan Tahun Baru tersebut merupakan tradisi sekuler yang memisahkan antara agama dan negara, sehingga maknanya jauh dari ajaran-ajaran Islam.

“Dalam ajaran Islam tidak ada perayaan Tahun Baru Masehi yang jauh dari nilai-nilai Alquran dan Hadis serta telah menyimpang jauh dari nilai-nilai kebaikan, kemanusiaan, dan keilahian. Umat Islam hanya merayakan Tahun Baru Islam. Manusia harus hijrah dari perbuatan buruk menjadi perbuatan baik sesuai aturan Allah SWT,” ucapnya.

Ia mengatakan, pergantian tahun memang patut disyukuri. Keterbukaan kesempatan dan harapan baru dengan datangnya Tahun Baru patut disongsong dengan rasa syukur. “Mengajak para pemuda dan umat Islam untuk meramaikan masjid, musala, dan tempat-tempat lainnya dengan hal-hal positif di Tahun Baru selanjutnya. Dengan momentum perayaan Tahun Baru ini untuk berintrospeksi dan melakukan kegiatan positif dimulai dari tempat-tempat sekitar kita. Bermunajah kepada Allah SWT dan perbanyak berzikir,” tuturnya. (DE)***


Sekilas Info

Sambut HSN, Ribuan Santri Gerak Jalan  

SERANG, (KB).-‎ Ribuan  santri dan pimpinan pondok pesantren (Ponpes) se Banten mengikuti gerak jalan dalam rangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *