UM-PTKIN UIN Banten Berlangsung Khidmat

Peserta mengikuti tes UM-PTKIN dengan khidmat.*

SERANG, (KB).- Ribuan peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) diselenggarakan secara serentak, oleh semua kampus Negeri Islam yang ada di Indonesia. Begitu pun yang dilakukan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, Selasa (28/5/2019).

Ketua Pelaksana UM-PTKIN UIN Banten Ilzammuddin mengatakan, sebanyak 3.400 lebih peserta yang mendaftar di kampus UIN Banten. UMPTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Dalam sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. “Pembiayaan penyelenggaraan UMPTKIN dibebankan kepada peserta seleksi dan Kementerian Agama Republik Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan, ada dua tipe ujian UMPTKIN 2019, yang pertama Paper Based Test (PBT) adalah ujian yang diselenggarakan secara tertulis. Soal dan jawaban disajikan di dalam kertas. Untuk tes ini peserta wajib membawa pensil 2B pada saat ujian karena tes ini menggunakan lembar jawaban komputer (LJK).

Kedua, Sistem Seleksi Elektronik (SSE), adalah ujian yang diselenggarakan menggunakan komputer dengan jumlah butir soal dan panjang waktu tes yang sama dengan PBT. Perbedaannya terletak pada teknik penyajian yang tidak lagi menggunakan kertas (paperless), baik untuk naskah soal maupun lembar jawaban.

“Semua peserta mengikuti tes UMPTKIN hari ini. Terbagi dalam tiga kelompok: Pertama, IPA yang terbagi 8 ruangan; Kedua, IPS yang terbagi 60 ruangan; Ketiga, IPC yang terbagi dari 26 ruangan. Sedangkan untuk SSE diikuti 200 peserta,” tuturnya yang didampingi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Rahmatullah.

Ilzam mengatakan, pelaksanaan ini menempatkan dua tempat sekaligus, yaitu kampus A UIN Banten di Jalan Jendral Sudirman Ciceri Banten, dan kampus B UIN Banten di Kecamatan Curug Kota Serang Banten. “Dikarenakan kuotanya membeludak, maka kami memakai dua lokasi, biasanya hanya di kampus A Ciceri saja,” ucapnya kepada Kabar Banten.

Salah satu peserta, Sri Nurhayati, mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti tes UM-PTKIN. “Alhamdulillah senang udah mengikuti tes ini. Semoga saya lolos, karena saya yakin proses tidak akan mengkhianati hasil, tetap optimistis yah buat semua peserta, sampai berjumpa,” tuturnya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here