Uji Kelayakan tak Kunjung Dilaksanakan, Dewan Pertanyakan Penataan Pasar Induk Rau

Bangunan Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Dewan Perwakilan Raktat Daerah (DPRD) Kota Serang mempertanyakan rencana penataan Pasar Induk Rau (PIR) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Hal tersebut, karena hingga saat ini uji kelayakan bangunan yang disepakati tak kunjung dilaksanakan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Pujiyanto mengatakan, penataan PIR menjadi salah satu indikator kemampuan Pemkot Serang. Jika untuk menata PIR saja tidak mampu, apalagi menata Kota Serang yang begitu luas.

“Sekarang kalau pemerintah itu sendiri tidak mampu, apalagi menata Kota Serang yang ada berapa ratus penduduk di enam kecamatan, kan tidak logis,” kata Politikus Nasdem tersebut, Jumat (15/11/2019).

Menurut dia, bangunan PIR merupakan bangunan tua yang sudah dibangun sejak 2003 lalu, sehingga dikhawatirkan akan roboh atau terjadi hal buruk lainnya saat dipaksakan diisi oleh para pedagang, sehingga dibutuhkan uji kelayakan bangunan terlebih dahulu.

“Kenapa kami menuntut itu, karena kami mengantisipasi kehadiran para pedagang yang akan membeludak di sana,” ujarnya.

Selanjutnya, jika pemkot tidak mampu, ucap dia, dia akan mengusulkan ke pimpinan dewan untuk membentuk panitia khusus (pansus) aset, yang dapat meninjau bangunan PIR dan peninjauan ulang kerja sama dengan pihak pengelola dari PT Pesona Banten Persada.

“Saya sih langkah konkretnya bagaimana dewan membentuk pansus aset dan meninjau ulang kerja sama dengan pengelola,” tuturnya.

Sementara itu, Asda II Kota Serang Djoko Sutrisno mengatakan, keterlambatan uji kelayakan bangunan PIR, karena pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) meminta gambar konstruksi PIR, investigasinya, riwayat pemeliharaan, dan perubahan arsitekturnya. Keempat hal tersebut, tidak bisa dipenuhi oleh pihak pengelola.

“Keempat ini, pihak PT Pesona belum bisa memberikan data itu, waktu pembicaraan lewat WhatsApp itu dia gak punya,” katanya.

Kemudian, PT Wika sebagai kontraktor pembangunan PIR pada 2003 lalu juga tidak memiliki semua yang dibutuhkan, sehingga uji kelayakan menjadi terhambat, termasuk rencana penataan yang dilakukan Pemkot Serang. “Sementara kan (pedagang) dirapikan saja, agar tidak memakan jalan,” ujarnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here