Uji Coba Sistem Debit Gagal, Penyaluran Pupuk Subsidi Tetap Manual

LEBAK, (KB).- Penerapan proses penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Lebak saat ini tetap menggunakan sistem lama atau manual. Hal itu karena, uji coba penyaluran pupuk menggunakan kartu debit dianggap gagal, karena tidak berjalan maksimal.

“Proses penyaluran pupuk tetap menggunakan cara manual, tidak dengan sistem debit. Karena, uji coba sistem debit yang sudah dilakukan di Kecamatan Kalanganyar tidak maksimal,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Lebak, Nana Mulyana, Ahad (5/5/2019).

Ia mengatakan, proses penyaluran pupuk besubsidi secara manual dilakukan agar pupuk bisa terserap oleh petani yang tercatat dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kebutuhan Kelompok (RDKK).Penerapan penyaluran pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani bekerjasama dengan BRI Cabang Rangkasbitung.

“Jadi petani kesulitan dan kebingungan menggunakan aistem debit itu. Mereka akhirnya tidak bisa menembus pupuk bersubsidi di kios atau agen resmi. Apalagi, kios dan agen pupuk resmi yang ditunjuk tidak terdapat sarana alat untuk menggesek kartu debit ke mesin,” katanya.

Ia menjelaskan, penyaluran atau penembusan pupuk bersubsidi sama penggunaanya seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Oleh karena itu, pihaknya tidak memberlakukan penembusan pupuk menggunakan kartu debit sesuai kesepakatan petani. “Kami lebih baik penembusan pupuk bersubsidi itu secara langsung membayar uang tunai,” tambahnya.

Jamin Ketersediaan Pupuk

Menurut Nana, pihaknya menjamin pupuk bersubsidi di agen dan kios yang ditunjuk pemerintah mencukupi, karena sesuai dengan pengajuan RDKK. Penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2019 relatif aman dan terpenuhi untuk permintaan petani.

Apalagi,sebagian petani di daerah itu menggunakan pupuk organik dari kotoran ternak. Pupuk organik juga ramah lingkungan dan biaya relatif murah dibandingkan pupuk kimia.

“Kami yakin, kebutuhan pupuk bersubsidi tidak ada masalah dan mencukupi untuk tanam hingga Desember mendatang,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah kuota alokasi pupuk bersubsidi tahun 2019 jenis urea sebanyak 13.726 ton, SP36 sebanyak 5.756 ton, ZA 153 ton, NPK 8.324 ton dan organik 2.437 ton. Kebutuhan pupuk bersubsidi sebanyak itu bisa mencukupi untuk menanam padi sebanyak 2,5 musim tanam per tahun atau 100 hektare, ujarnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here