UIN SMH Banten Siapkan 200 Kuota Mahasiswa untuk Prodi Baru

SERANG, (KB).- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menyiapkan 200 kuota untuk mahasiswa baru, menyusul dibukanya program studi (prodi) baru yakni fisika dan biologi. Dua prodi baru tersebut akan menjadi bagian dalam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Kampus 2 UIN SMH Banten.

Koordinator Prodi Sainstek yang juga Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Banten Asep Saefurohman menuturkan, dosen dari awal sudah ditetapkan. Masing-masing tiap program studi ada 6 dosen tetap. Kuota setiap program studi minimal 35 orang, dan diproyeksikan semua program studi 200 orang mahasiswa.

Mekanisme penerimaan tidak dimasukkan di Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN), tapi tahun depan akan ada di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Untuk tahun ini kami membuka lewat jalur Penerimaan Calon Mahasiswa Baru (PCMB), atau biasa disebut dengan jalur mandiri. Program studi baru di UIN Banten semua berbasis Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM),” tuturnya, Senin (18/2/2019).

Ia mengatakan, UIN Banten pada 2017 lalu sudah membangun fasilitas laboratorium dasar dan sainstek, yang di mana laboratorium dasar berlokasi di Kampus FTK. Laboratorium biologi, fisika, dan kimia sudah ada.

Sedangkan laboratorium sainstek terpadu, sudah dibangun 1 lantai dan pada tahun ini dibangun 3 lantai serta akan diselesaikan yang berlokasi di Gedung Asrama Ma’had UIN SMH Banten. “Anggaran laboratorium sainstek dialokasikan hampir Rp 9 miliar,” ucapnya.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN SMH Banten Uus Suhaedi mengatakan, rencananya akan dibangun beberapa gedung fakultas, rektorat, dan bisnis di kampus 2. “Mudah-mudahan dengan proses yang tidak lama lagi, juga akan ada program studi matematika,” tuturnya.

UIN SMH Banten miliki 23 jurusan studi, tutur dia, dan ditambah 3 jurusan dari pascasarjana. Kini sedang diajukan juga untuk program S3, jurusan studi hukum keluarga dan ekonomi Islam. “Sehingga nanti lulusan S1 UIN SMH Banten tidak lagi pusing untuk melanjutkan studinya, karena bisa meneruskan pendidikannya secara pararel,” ujarnya.

Beberapa prodi sedang berjibaku untuk menaikkan akreditas. Sebab, kata dia, hal itu tentu dilakukan untuk mencapai akreditasi secara maksimal.
“Ini baik sekali untuk kemajuan kampus dan tentunya menambah akreditasi universitas,” katanya. (Besta/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here