UIN SMH Banten Evaluasi Pemilihan Umum Mahasiswa

Evaluasi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Aula Rektorat, Senin (28/1/2019).*

SERANG, (KB).- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengevaluasi Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM), yang belum mendapatkan hasil. Pihak lembaga akademik akhirnya melakukan evaluasi, dengan mengundang wakil dekan fakultas, Ketua Komisi Pemilihan Umum Universitas (KPU-U), serta para calon Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema).

Ketua KPU-U Faris mengatakan, secara pribadi tidak bisa mengatakan gagal atau berhasil, secara otomatis selalu ingin mendapatkan peningkatan. Kalau melihat hal kemarin sejak awal dari pembentukan KPU pun sudah ricuh, akhirnya menjelang ke PUM terjadi kericuhan.

“Kalau ingin menyalahkan KPU, silakan. Tapi apalah daya, semuanya tidak diduga,” ucapnya, Senin (28/1/2019).

Menurut dia, sebuah kewajaran jika terjadi masalah dalam PUM kali ini, disebabkan hanya ada 16 hari persiapan, setelah dilantik menjadi Ketua KPU-U. “Kalau dibilang mepet ya mepet. Ternyata bukan di UIN SMH Banten saja yang ricuh, tapi di berbagai universitas juga terjadi,” katanya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama UIN SMH Banten Wawan Wahyuddin mengatakan, outputnya harus jelas, laporan hasil PUM kemarin ditunggu di pusat. “Jika kita bisa menyelesaikan secara seksama, saya kira semua bisa dilakukan,” tuturnya.

Ia mengatakan, penegakan hukum ada dua, yakni kepolisian dan kode etik. “Kami tidak gegabah, dan akan mengambil langkah, dan hal ini jangan dipolitisasi. Ini murni dunia akademik, jika tidak diluruskan akan terjadi berlarut-larut, saya titip situasi tetap kondusif,” ucapnya.

Ia meminta sejak awal diminta ke Ketua KPU-U tidak diberikan secara lengkap laporannya. “Maka buat laporannya hingga selesai, buat narasi dengan baik, dan kirim,” tuturnya. KPU-U untuk mengikuti perintah lembaga, regulasinya, landasan, pendaftarannya, serta laporan keuangan.

“Kalau tidak diselesaikan dengan baik, tidak segan-segan akan membawa ke sanksi akademik,” katanya. (Besta/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here