Tuntutan Ubah Jadwal Buka Tutup Irigasi, Pemkab Serang Bantu Negosiasi

SERANG, (KB).- Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa akan mencoba menegosiasikan permintaan petani terkait perubahan jadwal buka tutup saluran irigasi Pamarayan Barat, kepada bagian tekhnis kontraktor yang sedang mengerjakan normalisasi saluran tersebut. Hal tersebut terungkap saat wakil bupati menerima kedatangan sejumlah petani dari delapan kecamatan di Kota dan Kabupaten Serang, Senin (4/6/2018).

Kedatangan para petani yang mengunakan air saluran irigasi Pamarayan Barat tersebut untuk meminta agar buka tutup saluran induk irigasi Pamarayan bisa dihentikan selama dua bulan yakni Juni-Juli. Pada pertemuan itu hadir perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten serang dan juga Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidanau, dan Cidurian.

“Jadi permohonannya itu kan untuk dua bulan (Juni-Juli) ini jangan ditutup. Karena mereka sudah kadung menanam padi dan butuh air,” kata Pandji kepada wartawan.

Setelah dua bulan itu, kata dia, yakni Agustus-Desember, petani mempersilahkan jika ingin ditutup dan melaksanakan konstruksi sesuai dengan rencana pembangunan normalisasi saluran induk.

“Makanya akan kita koordinasikan dulu dengan kontraktornya, apakah kontraktor bisa atau tidak kasih waktu seperti itu. Karena kan kontraktor kaitannya dengan jangka waktu kontrak, dengan jangka waktu satu atau dua tahun. Nah kalau misalnya nanti terambil selama dua bulan ini tidak ada kegiatan fisik, apakah nanti akan terganggu schedule mereka,” tuturnya.

Kemudian, kata Pandji, kaitan dengan aturan pekerjaan barang dan jasa pemerintah, pihak balai besar jika tidak sesuai dengan jadwal akan berimplikasi pada ranah hukum. Oleh karena itu semua keluhan petani perlu dikoordinisasikan terlebih dahulu dengan kontraktor.

“Tapi yang ingin saya sampaikan kepada petani adalah mohon pengertiannya, karena saluran induk Ciujung (Pamarayan) ini sudah sekian puluh tahun tidak pernah diperbaiki. Sehingga pendangkalan sangat luar biasa, genangan air juga cuma satu meter, padahal kapasitasnya bisa mencapai 3-4 meter. Nah karena pendangkalannya sudah sangat luar biasa genangan air 1 meter, kemampuan debit untuk mengairi irigasi itu hanya 12 meter kubik. Sehingga tidak sampai ke Kramatwatu. Kalau kita paksakan 15 kubik saja saluran Ciujung itu airnya enggak ketampung dan kebuang,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk 2018 Pemkab Serang beruntung sebab kebagian anggaran terbesar dibanding daerah lain di seluruh provinsi. Anggaran untuk normalisasi saluran induk timur dan barat itu mencapai Rp 300 Milyar dan masih bisa bertambah sampai 2020. Dengan demikian, persoalan debit air yang rendah bisa terjawab.

“Kami berharap para petani memahami bahwa kita tidak sedang dalam suasana normal, jadi tentunya pola tanam harus disesuaikan di lapangan kita sedang ada normalisasi,” ucapnya.

Selain dengan kontraktor, adanya buka tutup total selama Agustus-Desember juga perlu dikomunikasikan dengan PDAM Tirta Albantani selaku penyalur air bersih. Sebab selama ini masyarakat masih membutuhkan pelayanan air bersih yang diambil dari irigasi. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here