Tuntut THR dan Gaji, Demo Karyawan BJP Berujung Ricuh

LEBAK, (KB).- Ratusan karyawan menggeruduk kantor PT Bayah Jasa Perkasa (BJP), di Kampung Ciwaru, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Selasa (20/6/2017).  Aksi demo karyawan tersebut dipicu akibat keterlambatan pembayaran gaji selama satu bulan, serta belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR), nyaris rusuh. Untuk mereda emosi massa, aparat kepolisian harus melepaskan tebakan peringatan ke udara.

Menurut informasi dari beberapa pengunjuk rasa, kericuhan ratusan karyawan outsourching yang bekerja di perusahaan semen terbesar se-Asia Tenggara itu terjadi sekitar pukul 10.00. Para buruh itu berkumpul di areal pabrik semen sekitar pukul 9.00. Entah siapa yang memberikan komando, ratusan buruh yang bekerja di bagian produksi, cleaning dan pengepakan itu meluncur menuju rumah Direktur CV BJP.

Sesampainya di kediaman Direktur CV BJP, ratusan buruh yang sudah bekerja selama kurang lebih dua tahun itu berteriak-teriak meminta agar pihak perusahaan membayarkan hak THR. Puluhan aparat keamanan Polsek Bayah rupanya sudah siap siaga di depan rumah pemilik (owner) CV BJP. Selang beberapa saat kemudian, Direktur BJP keluar untuk memberikan penjelasan kepada para buruh.
”Perlu kalian tahu, kenapa THR belum bisa dibayarkan, karena tagihan kita (CV BJP) ke PT Cemindo Gemilang masih besar sekitar Rp 7 miliar. Itu uang saya yang belum dibayarkan. Harusnya kalian berterima kasih,” kata Direktur CV BJP Ikhsan saat memberi penjelasan.

Rupanya, penjelasan orang nomor satu di perusahaan outsourching tersebut menyulut emosi para buruh. Tanpa dikomando, para buruh merangsek masuk ke rumah Direktur CV BJP untuk mendekati Iksan. Polisi pun coba meredakan emosi para buruh. Namun, mereka tetap ngotot masuk ke rumah Direktur BJP. Tak ingin terjadi sesuatu, polisi pun mengambil tindakan dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara. ”Seorang petugas (Polisi) terpaksa melepaskan tembakan satu kali, karena emosi para buruh sudah tak terkendali.

Setelah mendengar letusan senjata sontak para buruh diam,” ujar seorang buruh yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (20/6/2017). Ia mengaku, emosi warga karena pemilik perusahaan Ikhsan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan buruh. ”Dia bilang (Direktur CV BJP), sudah untung kalian saya perjuangkan tetapi, tidak tahu terima kasih. Ini yang membuat kami emosi,” ucapnya. Setelah dilakukan mediasi, akhirnya perwakilan buruh pun disuruh masuk untuk melakukan mediasi dengan pihak CV BJP. ”Ya, pihak perusahaan BJP siap memberikan THR setengah dari gaji, setengahnya lagi di bayar setelah tagihan BJP dibayarkan oleh pihak PT Cemindo,” tuturnya.

Kapolsek Bayah AKP Sadimun membenarkan adanya aksi buruh di kediaman Direktur CV BJP. Kata dia, aksi tersebut hanya untuk meminta kejelasan soal pembayaran THR. ”Masalahnya sudah dibereskan dengan kedua belah pihak,” ujar AKP Sadimin kepada sejumlah wartawan. Terpisah, Kasi Hubungan Industrial pada kantor Disnakertrans Pemkab Lebak mengatakan, berdasarkan Permenaker RI Nomor 6 tahun 2016 tentang pemberian THR bagi karyawan/pekerja perusahaan, bahwa seharusnya H- 7 Lebaran Idulfitri harus sudah diberikan.

“Jadi bisa kena sanksi administrasi apabila perusahaan tidak memberikan THR. Sanksinya kena denda 5 persen dari total pembayaran dana THR itu,” ucapnya ketika dihubungi sejumlah wartawan melalui sambungan telefon genggamnya. Terkait tuntutan dari ratusan karyawan di PT BJP, lanjutnya, Disnakertrans Lebak berencana akan segera memanggil pihak PT BJP untuk dimintai penjelasan. (H-34)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here