Minggu, 23 September 2018
Warga melintas di dekat tumpukan sampah di akses menuju Makam Pahlawan Sultan Ageng Tirtayasa.*

Tumpukan Sampah Perburuk Kondisi Situs Makam Tirtayasa

Tumpukan sampah yang berada di sekitar Situs Makam Sultan Ageng Tirtayasa di Kampung/Desa/Kecamatan Tirtayasa memperburuk kondisi makam pahlawan nasional tersebut. Tumpukan sampah membuat situs tampak kumuh, selain itu sampah juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus salah satu founding fathers, Soekarno pernah menyebutkan, bahwa bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Namun, ucapan bapak proklamator tersebut, nampaknya masih belum tercermin jika melihat kondisi Situs Cagar Budaya Makam Sultan Ageng Tirtayasa.

Makam Sultan Ageng Tirtayasa di wilayah tersebut, seolah menjadi potret suram lunturnya penghormatan untuk pahlawan nasional. Makam yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan terakhir sang sultan Banten tersbeut, justru tertimbun tumpukan sampah yang menyengat.

Warga Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Agus menuturkan, tumpukan sampah tersebut, berasal dari Pasar Tirtayasa dan warga lainnya yang membuang sampah di lokasi tersebut. Warga terpaksa membuang sampah ke lingkungan cagar budaya tersebut, dikarenakan tidak memiliki tempat pembuangan akhir. Akibatnya, sampah menjadi berserakan di sepanjang jalan menuju Situs Sultan Ageng Tirtayasa.

Entah sudah sejak berapa lama dan mulai kapan tumpukan sampah tersebut, ada di sana. Namun yang jelas, sampah tersebut telah membuat lingkungan situs menjadi tidak sedap untuk dipandang. Ia menyanyangkan hal tersebut sering terjadi. “Kepala desa dan camat seolah tutup mata dengan dengan tumpukan sampah yang menyengat itu,” katanya, Rabu (7/3/2018).

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Serang Utara (Gamsut), Imron Nawawi mengatakan, situs cagar budaya merupakan warisan sejarah yang tak ternilai dan harus dirawat. Ia khawatir jika tidak segera ditindaklanjuti terkait sampah tersebut, dengan pembersihan dan perawatan, maka situs tersebut, akan semakin rusak dan bahkan bisa saja musnah. “Masih banyak sampah di lokasi yang menimbulkan bau tidak sedap,” ujarnya.

Ia mendorong seluruh elemen pemerintah terkait, agar membuat suatu program yang menjadi prioritas untuk menangani masalah tersebut. Sebab, jika itu terus dibiarkan, maka akan berakibat fatal. “Dalam UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah juga telah diamanatkan persoalan itu. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk masalah tersebut,” ucapnya. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

47 Desa di Kabupaten Serang Terdampak Kekeringan

SERANG, (KB).- Sebanyak 47 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Serang kesulitan mendapatkan air bersih, karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *