Kamis, 15 November 2018

Tujuh SMPN Terapkan Lima Hari Sekolah

LEBAK, (KB).- Tujuh SMPN yang tersebar di Kabupaten Lebak pada tahun pelajaran 2018-2019 menerapkan pelaksanaan lima hari sekolah (LHS). Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Hidayatullah, M.Pd, menyatakan, penerapan lima hari sekolah sejalan dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dituangkan dalam nawacita dengan salah satu agenda strategis menata kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan pendidikan karakter.

”Sekolah-sekolah yang telah melaksanakan penerapan lima hari sekolah itu tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak antara lain SMPN 2 Rangkasbitung, SMPN 4 Rangkasbitung, SMPN 2 Warunggunung, SMPN 4 Curugbitung, SMPN 4 Cibadak dan SMPN di Cileles,” kata Hidayatullah, Senin (20/8/2018).

Menurutnya, sebelum melaksanakan penerapan lima hari sekolah, pihak sekolah harus memenuhi persyaratan-persyaratan dengan melampirkan dokumen antara lain profil satuan pendidikan, dokumen kegiatan sosialisasi kepada warga sekolah atau orangtua siswa, berita acara persetujuan penerapan lima hari sekolah dengan komite, guru, perwakilan siswa, kemudian kalender akademik satuan pendidikan, rekomendasi tokoh masyarakat, rekomendasi dari pengawas bina.

”Hari sekolah yang diatur dalam Permendikbud bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Ada beragam akitivitas belajar yang dilakukan dengan bimbingan dan pembinaan guru. Aktivitas tersebut dilakukan dengan tetap mengacu pada nilai prioritas pendidikan karakter yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk pemenuhan kurikulum yaitu belajar sesuai mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum masing-masing jenjang pendidikan. Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk penguatan atau pendalaman kompetensi dasar atau indikator pada mata pelajaran/bidang sesuai dengan kurikulum, contoh kegiatan kokurikuler adalah kunjungan ke museum atau tempat edukasi lainnya.

”Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan di bawah bimbingan dan pengawasan sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama dan kemandirian siswa secara optimal. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang biasanya terdapat di sekolah antara lain paskibra, kelompok ilmiah remaja, klub basket, dan kegiatan keagamaan,” tuturnya.

Ditambahkan, alokasi 70 persen untuk pendidikan karakter dalam pelaksanaan LHS diharapkan juga melibatkan keluarga, terutama orangtua. Waktu berkualitas pada akhir pekan dapat digunakan untuk rekreasi dan membangun kedekatan antara anak dan orangtua. (ND)*


Sekilas Info

Nelayan Dilarang Tangkap Benur, Pemerintah Didesak Berikan Solusi

LEBAK, (KB).- Sejumlah nelayan di Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, meminta pemerintah memberikan solusi terbaik untuk para nelayan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *