Tujuh PDP Covid-19 di Kota Cilegon Meninggal

CILEGON, (KB).- Tujuh orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang tercatat pada data Dinas Kesehatan (Dinkes) meninggal dunia. Ketujuh PDP yang meninggal tersebut, tersebar di berbagai rumah sakit di Kota Cilegon.

Pelaksana tugas (Plt) Dirut RSUD Kota Cilegon dr Arriadna usai mengikuti rapat gugus tugas Covid-19 mengatakan, yang terbaru, adalah seorang PDP telah meninggal dunia dengan membawa penyakit yang sudah dideritanya selama 3 bulan.

“Informasi meninggal dunia tersebut, saya dapatkan dari salah satu tim medis dan sempat saat menjalani perawatan di salah satu ruangan di rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kota Cilegon tersebut,” katanya, Selasa (14/4/2020).

Ia menuturkan, pasien yang meninggal tersebut, sempat mendapat perawatan di beberapa rumah sakit. Namun, untuk yang dirujuk, sampai saat ini masih dipantau perkembangannya dan dilaporkan setiap hari.

“Sehingga, beberapa perkembangan dapat diketahui. Jadi, kondisi pasien itu, beragam. Tetapi, memang mereka rata-rata mempunyai penyakit bawaan yang sudah cukup lumayan kondisinya. Ada yang sudah kronis, kemudian juga sudah parah. Bahkan, ada yang sempat mau dirujuk, tetapi meninggal di rumah sakit,” ujarnya.

Untuk riwayat pasien atau jejak rekam medis, tutur dia, beragam. Mulai yang bepergian ke daerah pandemik, kemudian juga kontak langsung dengan beberapa orang. Hal tersebut yang harus waspadai untuk dilakukan tracking.

“Dari orang PDP yang meninggal itu, tim medis belum sempat mengambil tes swab, guna memastikan apakah terjangkit Covid-19 atau tidak. Namun, kami memastikan, bahwa semuanya, adalah negatif dan mudah-mudahan jangan sampai terjadi ada yang positif,” katanya.

Disinggung mengenai penguburan jenazah PDP, dr Arriadna yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon tersebut menjawab, bahwa hal tersebut, sudah menjadi standar operational prosedur (SOP) yang harus dijalankan, sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan.

“Iya, untuk penguburan jenazah PDP itu sudah sesuai dengan protap. Harus menggunakan alat pelindung diri. Apapun jenazahnya yang sudah masuk dalam kategori PDP, harus menggunakan APD,” ujarnya.

Diketahui, PDP di Kota Cilegon yang meninggal dunia bertambah menjadi 7 orang. Berikut data terbaru yang dikeluarkan oleh Dinkes Kota Cilegon, ODP 388 orang, sembuh 215. Sementara, PDP 10 orang, sembuh 2 orang, dan meninggal dunia 7 orang. Kemudian, positif Covid-19 nihil. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here