Tsunami Selat Sunda, Pandeglang Alami Kerugian Rp 67 M

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Dinas Komunikasi Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang, Yahya Gunawan Kasbin merilis sementara angka kerugian dampak bencana tsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang mencapai Rp 67 miliar.

Nilai kerugian yang tersebar di delapan kecamatan itu baru pada tingkat kerusakan infrastruktur, sektor pertanian dan perahu atau kapal nelayan di sejumlah perairan Pandeglang yang rusak diterjang ombak tsunami Selat Sunda. Meski demikian, angka kerugian tersebut belum termasuk didata.

“Untuk perhitungan sementara, angka kerugian akibat dampak tsunami di Pandeglang mencapai Rp 67 miliar. Namun, kerugian itu belum termasuk kendaraan, hotel, restoran maupun penginapan. Sehingga, kemungkinan besar angka kerugian itu masih bisa bertambah,” kata Kepala Diskomsantik Pemkab Pandeglang, Yahya Gunawan Kasbin kepada Kabar Banten, Kamis (17/1/2019).

Ia menjelaskan, kerugian tersebut meliputi kerusakan rumah, infrastruktur, lahan pertanian dan kapal nelayan dengan tingkat kerusakan sedang dan rusak berat. “Kami terus lakukan perhitungan data kerugian, karena kita sudah mendapatkan data terkait kendaraan yang rusak dari aparat kepolisian. Selain itu, kami terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Kurnia Satriawan mengatakan, sesuai data tercatat ada sekitar 1.033 rumah yang rusak akibat bencana tsunami. Ribuan rumah rusak terdampak tsunami itu tersebar di delapan kecamatan. Untuk skala rumah dengan kondisi rusak ringan sebanyak 209, rusak sedang 115 rumah, rusak berat 162 rumah dan rusak total berjumlah 547.

“Jadi jumlah keseluruhan rumah yang rusak akibat bencana tsunami sebanyak 1.033. Dari data base tersebut, saat ini sudah kita validasi dan dibuat berita acara. Data tersebut nanti akan segera dilaporkan ke pemerintah pusat maupun provinsi untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti,” ucap Kepala Bappeda Pandeglang, Kurnia Satriawan.

Sekda Pandeglang Fery Hasanudin mengatakan, data kerusakan rumah yang terdampak bencana tsunami telah dilakukan validasi. “Kami memvalidasi data terkait rumah yang rusak akibat bencana tsunami, baik itu yang rusak ringan, sedang dan rusak berat,” tuturnya.

Menurut Fery, data tersebut akan ditindaklanjuti untuk kajian oleh pemerintah pusat maupun Pemprov Banten. Sebab, upaya penanganan bencana itu diawali dari data kemudian ditindaklanjuti oleh perencanaan kegiatan.

“Saya berharap data ini final, karena pemerintah telah menurunkan tim yang melibatkan seluruh stakeholder dan secara legalitas tim ini telah ditandatangani pemerintah daerah. Validasi data base ini akan segera kita selesaikan secepatnya, nanti kita usulkan kepada pemerintah,” ujarnya. (IF/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here