Tsunami Selat Sunda, Korban di Anyer-Cinangka 11 Meninggal 31 Hilang

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meninjau langsung lokasi lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di Kecamatan Anyer-Cinangka, Ahad (23/12/2018).

Bencana tersebut menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan 31 orang hilang serta luka-luka. Warga sekitar dan wisatawan langsung menyerbu Puskesmas Cinangka. Beberapa korban luka dan meninggal dilarikan ke Puskesmas untuk kemudian di rujuk ke rumah sakit.

“Kalau Anyer informasi dari muspika tidak ada korban hanya beberapa hotel yang tergenang,” ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kepada Kabar Banten di lokasi.

Tatu mengatakan, korban paling banyak terjadi di Kecamatan Cinangka. “Untuk sementara sampai sekarang yang banyak di Cinangka ada 11 orang enam orang sudah dibawa pulang, dua orang bayi dan wanita dan tiga orang baru evakuasi sama BPBD,” katanya.

Ia menjelaskan untuk korban luka-luka saat ini delapan orang luka berat. Untuk korban sendiri sudah ada yang dibawa ke rumah sakit KS dan ada yang ke RSUD Drajat Prawiranegara.

Sedangkan untuk korban hilang, kemungkinan mereka melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi. Korban hilang dalam artian bisa karena meninggal dunia atau lari ke lokasi-lokasi lebih tinggi. “Ada 31 orang. Sedangkan untuk Sangiang ada korban tapi kita belum bisa akses ke sana karena gelombang tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, korban tersebut terdiri dari wisatawan dan warga setempat. Namun sebagian besar adalah wisatawan.

“Karena ada di bibir pantai. Evakuasi sulit, kendalanya jalan selip jadi evakuasi belum bisa maksimal. Alat berat juga tadi baru lewat. Kita evakuasi untuk korban dulu, kalau untuk yang lain bangunan menyusul,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here