Tsunami Selat Sunda, Hunian Hotel Diprediksi Turun 50%

SERANG, (KB).- Tingkat hunian di wilayah Pantai Anyer, Kabupaten Serang sampai Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang diprediksi akan turun 50 persen. Hal tersebut sebagai dampak bencana tsunami yang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Ketua PHRI Banten, Ahmad Sari Alam mengatakan, tsunami yang diduga disebabkan kombinasi antara longsor bawah laut akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan pasang laut akibat bulan purnama membuat 7 hotel dari Pantai Anyer sampai Pantai Carita rusak berat. “Sampai sekarang (Ahad/23/12/2018 sore) 7 hotel yang rusak ringan,” katanya, Ahad (23/12/2018).

Hasil pengamatan PHRI, hotel yang paling banyak terkena dampak rusak berat terbanyak berada di Tanjung Lesung sampai dengan Carita, Kabupaten Pandeglang. “Jadi, kalau saya melihat-lihat agak parah itu di Kabupaten Pandeglang, antara Tanjung Lesung sampai Carita,” ujarnya.

Kondisi tersebut kemungkinan besar membuat perayaan pergantian tahun yang biasanya dilaksanakan di hotel-hotel wilayah tersebut, tidak bisa dilaksanakan. “Tapi, kalau Anyer masih aman, amannya dalam artian sampai saat ini orang-orang sudah 80 persen sudah pesan tempat untuk berwisata. Tapi, kami belum bisa memprediksi 3 hari lagi,” ujarnya.

Kepada pemilik hotel, dia meminta turut serta dalam membantu masyarakat yang terdampak tsunami. “Imbauan ikut belasungkawa dan menghimpun bantuan segera mengumpulkan dana dan bahan selimut atau sheet dan anduk serta buat dapur umum,” ucapnya.

Tanggap darurat

Terpisah, Ketua Komisi V DPRD Banten, Fitron Nur Ikhsan mendorong Pemprov Banten melakukan penanganan tsunami dimulai dengan tanggap darurat terlebih dahulu. “Pastikan korban meninggal dan hilang ditangani korban luka ter-handle secara baik. BPBD ambil langkah koordinatif, sehingga penanganannya bisa komprehensif dan tidak tumpang tindih,” tuturnya.

Kemudian, perlu dilakukan koordinasi partisipasi publik dan penanganan yang mengedepankan keamanan. “Karena, kemungkinan apapun bisa terjadi di lapangan. Penanganan harus dilakukan menyeluruh artinya juga ke depan rekonstruksi pascabencana harus terkoordinasi,” katanya. Tidak kalah penting, lanjut dia, informasi arus lalu lintas juga harus diatur, jangan ditambah-tambah dengan berita simpang siur. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here