Truk Pengangkut Pasir Basah Kembali Berulah

Ilustrasi.*

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga yang berada di ruas jalan Rangkasbitung-Cimarga, mengeluhkan dimulainya kembali aktivitas kendaraan truk pengangkut pasir basah yang sempat terhenti beberapa waktu lalu. Lalu lalang truk pengangkut pasir basah yang kembali marak belakangan ini, membuat jalan menjadi becek dan licin, terancam rusak akibat tingginya bobot truk dan muatannya yang tak sesuai dengan tonase jalan.

Namun sejauh ini, pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan telah melakukan penindakan, seolah menutup mata. Faktanya aktivitas kendaraan truk pengangkut pasir basah hingga kini masih terus beroperasi dengan kondisi muatan pasir yang masih basah.

Ade Purna salah seorang warga Kampung Keong, Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar mengatakan, jika selama ini imbauan yang dikeluarkan oleh Bupati Lebak terkait larangan mengangkut pasir basah hanya diangap angin lalu.
Ia menilai, aktivitas kendaraan pengangkut pasir basah telah merugikan banyak orang khususnya para pengguna jalan, seperti yang terjadi di ruas jalan Rangkasbitung-Leuwidamar.

“Imbauan Bupati Lebak tidak digubris, dan para petugasnya-pun seolah membiarkan truk-truk tersebut mengangkut pasir dengan keadaan menumpuk dan basah,” kata Ade kepada Kabar Banten, Jumat (16/11/2018).

Menurut Ade, meskipun kendaraan pengangkut pasir itu ditutupi terpal, namun air bercampur lumpur yang berasal dari pasir basah terus mengalir sepanjang jalan, yang mengakibatkan jalanan menjadi licin. ”Kondisi itu sudah merugikan banyak orang khususnya pengguna jalan,” ujarnya.

Ia meminta Dinas Perhubungan dan Satpol PP Lebak selaku penegak Perda, untuk tidak tinggal diam apalagi tutup mata. Sebagai pihak yang berkompeten sudah selayaknya melakukan penindakan sesuai perda dan imbauan yang telah dikeluarkan Bupati Lebak untuk tidak membawa pasir dalam kondisi basah.

“Jangan hanya karena perizinan tambang pasir saat ini menjadi kewenangan Distamben Provinsi lalu Pemkab Lebak diam dan tutup mata. Mana tugas dan tanggung jawabnya sebagai pihak penegak perda dan pengaturan jalan,” tuturnya.

Nana, warga Desa Aweh menambahkan, lalu lalang kendaraan pengangkut pasir basah sempat terhenti. Tapi belakangan ini sudah mulai marak lagi kendaraan pengangkut pasir basah menepi di pinggir jalan, Dan terlihat air campur lumpur pasir terus mengalir dari bak kendaraan hingga jalanan menjadi becek.

”Persoalannya ini terkait kenyamanan para pengguna jalan. Untuk persoalan ini saya tidak akan pernah bosan mengingatkannya, dan saya minta kepada Pemkab Lebak melalui instansi terkait untuk bertindak tegas,” tutur Nana. (Lugay/TS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here