Trotoar Semakin Sempit

TROTOAR hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki. Demikian bunyi Pasal 34 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).
Namun, di Kota Cilegon masih banyaknya pedagang dan pemilik toko yang memanfaatkan trotoar untuk berjualan. Mereka menggelar barang dagangannya di badan trotoar. Akibatnya, pejalan kaki yang memanfaatkan trotoar terganggu.

Kondisi tersebut juga membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon gusar. Pelaksana Harian (Plh) Kasatpol PP sekaligus Asda I Pemkot Cilegon, Taufikurahman mengatakan, akan menindak tegas pedagang maupun pemilik toko yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan. “Ini sudah tidak bisa ditolerir lagi, karena mereka jelas melanggar hak pejalan kaki dan kami sudah seringkali melakukan penertiban dan mereka berdagang kembali, artinya sengaja dibuat kucing-kucingan,” katanya kepada Kabar Banten.

Menurut dia, larangan berjualan di trotoar, sudah sering disosialisasikan melalui surat edaran atau oleh aparat mulai dari para camat yang diteruskan kepada pedagang, agar tidak menggelar lapak dagangannya di trotoar. “Sudah sering dan sudah lama kami menghimbau kepada para pedagang maupun toko untuk tidak membuka dan menaruh dagangannya di trotoar. Kalau mau berdagang silakan di pasar yang sudah disediakan pemkot, jangan sampai hak pejalan kaki hilang,” ujarnya.
Disinggung mengenai adanya kendaraan yang ikut parkir di trotoar, ia siap mengambil tindakan dengan tegas dan tanpa kompromi.

Pedagang yang menggelar barang di trotoar, akan ditindak tegas. Demikian juga pengendara yang parkir di atas trotoar, ban motornya akan digembosi atau pentilnya dicabut. Tindakan tersebut dilakukan untuk menegakkan peraturan daerah (perda) larangan berjualan di trotoar. “Selain Satpol PP, kami juga akan berkoordinasi dengan Dishub untuk bagian perparkiran. Kami harap pedagang dan toko mematuhi aturan, sebelum kami mengambil langkah-langkah tegas,” tuturnya.

Langkah pejabat Pemkot Cilegon Taufiqurrohman didukung anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon dari Fraksi Kebangkitan (F-KD), Syarif Ridwan. Wakil rakyat tersebut mengatakan, sering melihat toko menggelar barang dagangannya di badan trotoar. ”Kalau pemkot tegas, kami akan dukung, karena itu untuk kemaslahatan bersama dan saya juga sudah seringkali melihat barang dagangan yang dipajang di trototar itu enggak benar,” ucapnya.

Sebab, kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, selain merusak pemandangan fungsi dan trotoar juga diatur oleh undang-undang. Jadi, jangan sampai pemilik toko dan pedagang melanggar aturan. “Saya kira pemilik toko dan pedagang sudah tahu aturannya kalau berjualan di trotoar itu dilarang, kalau sudah dilarang, mbok ya jangan berjualan di situ. Jangan sampai ketika ditertibkan juga sembunyi-sembunyi. Mari kami jaga Kota Cilegon tercinta ini dengan mematuhi aturan yang ada,” katanya. (Himawan Sutanto/”KB”)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here