Rabu, 20 Juni 2018
WARGA berjalan di trotoar yang sebagiannya tertutup papan informasi Dinkes di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Serang, Selasa (20/2/2018).*

Trotoar Kota Serang Belum Ramah Disabilitas

PENYANDANG disabilitas mengeluhkan kondisi trotoar di Kota Serang yang banyak digunakan untuk berjualan. Selain itu, banyak tiang listrik dan tiang papan informasi di tengah trotoar. Ketua Perkumpulan Sahabat Difabel Provinsi Banten, Memi Elmiliasari mengatakan, kondisi trotoar di Kota Serang belum ramah disabilitas.

Bahkan, menurut dia, kondisi trotoar yang belum ramah disabilitas bukan hanya terjadi di Kota Serang, tetapi hampir di seluruh kota di Provinsi Banten. “Di tengah trotoar ada tiang listrik atau tugu, sehingga jauh dari layak bagi teman-teman disabilitas. Kondisi seperti ini bukan hanya di Kota Serang loh. Hampir di semua kota yang ada di Banten yang sudah membuat jalur untuk penyandang disabilitas. Di Cilegon dan Tangerang juga saya lihat sama,” katanya, Selasa (20/2/2018).

Ia menyayangkan, perencanaan konstruksi dan pembangunan infrastruktur trotoar selama ini tidak melibatkan disabilitas. “Seharusnya, teman-teman disabilitas juga diajak bicara atau koordinasi oleh pemerintah daerah ketika hendak membangun,” ucapnya. Dalam membangun fasilitas umum, menurut dia, pemerintah harus juga memerhatikan akses bagi penyandang disabilitas, sehingga kaum difabel tidak merasa didiskriminasi.

Meski begitu, dia melihat di beberapa kantor milik pemerintahan sudah ramah disabilitas, seperti di Pusat Pemerintahan Kota Serang yang sudah ada aksesibilitas bagi penyandang tunadaksa. “Untuk beberapa kantor pemerintahan saya lihat sudah ada yang menyiapkan jalur khusus bagi penyandang disabilitas,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Ridwan menuturkan, untuk bangunan trotoar yang baru sudah ramah disabilitas. “Kalau yang dibangun baru sudah ada petunjuk untuk kaum disabilitas khususnya untuk kaum tunanetra,” ujarnya. Ia menjelaskan, prinsipnya trotoar disediakan untuk pejalan kaki. Bagi pedagang kaki lima (PKL) seharusnya tidak menempati trotoar sebagai lokasi berjualan. “Idealnya PKL tidak di trotoar, prinsipnya trotoar untuk pejalan kaki,” katanya. (Masykur/Job)***


Sekilas Info

Para Calon Anggota Legislatif Wajib Tahu Ini

SERANG, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengganti Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 dengan Peraturan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *