Trade Expo Indonesia 2018 Diprediksi Bukukan Kontrak 5,19 Miliar Dolar AS

TANGERANG, (KB).- Pameran dagang berskala internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 resmi dibuka Presiden RI Joko Widodo, Rabu (24/10/2018) di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Ia membuka pameran perdagangan tersebut, secara simbolis dengan memukul gendang.

Kegiatan tersebut diluncurkan Oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan tahun ini ajang pameran dagang terbesar di Indonesia tersebut, telah memasuki tahun ke-33. Mengusung tema Creating Products for Global Opportunities pada TEI 2018, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita yakin Indonesia telah siap menjadi mitra penyedia produk-produk berdaya saing yang berkesinambungan bagi pelaku usaha dunia di kancah perdagangan global.

“Fokus utama TEI, adalah transaksi business to business yang bersifat jangka panjang dan bertaraf internasional. Tujuan penyelenggaraan TEI, adalah untuk meningkatkan ekspor Indonesia di kancah perdagangan internasional,” kata Menteri Perdagangan saat memberikan sambutan pada pembukaan TEI 2018.

Perkiraan total nilai kontrak dagang, adalah sekitar 5,19 miliar dolar AS, terdiri dari transaksi perdagangan sebesar 513,97 juta dolar AS dan investasi sebesar 4,68 miliar dolar AS. “Nilai ini tentunya akan terus bertambah pada saat penyelenggaraan, bahkan setelah TEI,” ujarnya.

Sampai dengan Selasa (23/10/2018), telah terdaftar 8.313 buyers dari 124 negara. Sepuluh negara dengan jumlah buyer tertinggi selain Indonesia, adalah Nigeria, Malaysia, RRT, Jepang, India, Saudi Arabia, Thailand, Australia, Afghanistan, dan Pakistan.

Hingga Senin (22/10/2018) telah ada 7.127 permintaan terhadap produk Indonesia pada TEI 2018. Permintaan terbesar sejauh ini, adalah untuk produk makanan dan minuman, produk fesyen dan gaya hidup serta kecantikan, produk manufaktur dan jasa, produk furnitur, perabotan, dan furnitur taman,” ucapnya.

Produk napi ikut dipamerkan

Sementara itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan menyosialisasikan program pembinaan kemandirian narapidana kepada masyarakat. Produk unggulan narapidana tersebut, tampil di Trade Expo Indonesia 2018.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menuturkan, kegiatan tersebut akan menjadi sarana strategis bagi Ditjen Pemasyarakatan, untuk mempromosikan produk unggulan narapidana dan berharap, ada investor yang menanam modalnya.

“Saya berharap, dengan ikut sertanya Ditjen PAS dalam acara ini akan bisa mempublikasikan program pembinaan kemandirian narapidana kepada masyarakat baik di dalam maupun luar negeri,” tuturnya. Ia mengatakan, bahwa ini kali kedua pihaknya ikut serta di Trade Expo Indonesia. Promosi dan sosialisasi tentunya akan lebih baik dari tahun sebelumnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here