Tol Tangerang-Merak Catat Rekor Tertinggi

Peserta ”Meet & Greet With Journalist 2019” saat mendengarkan pemaparan dari Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, di Jeep Station Indonesia Mega Mendung Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).*

BOGOR, (KB).- PT Marga Mandalasakti (Astra Tol Tangerang-Merak) telah berhasil mencatat trek rekor tertinggi pada tahun 2018, dengan pendapatan mencapai Rp 1 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Krist Ade Sudiyono pada saat memberikan sambutan pada acara “Meet & Greet With Journalist 2019” di Jeep Station Indonesia (JIS) Mega Mendung Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).

“Di tahun 2018 kemarin, merupakan tahun yang sangat berkesan bagi kami. Karena telah berhasil mencatat rekor dengan pendapatan hingga Rp 1 triliun di 2018,” katanya.

Tidak hanya pendapatan yang mencatatkan rekor. Tapi juga, pihaknya telah berhasil memecahkan trafik tertinggi pada 20 Desember 2018 lalu, dengan jumlah kendaraan yang melewati Tol Tangerang-Merak sebanyak 171 ribu dalam satu hari.

“Bahkan, trafik tertinggi harian telah terpecahkan pada tanggal 20 Desember 2018 kemarin. Sebanyak 171 ribu kendaraan telah melewati jalan Tol Tangerang-Merak. Hal itu belum pernah dicapai sebelumnya,” ujarnya.

Di tahun 2018 juga, Astra Tol Tangerang-Merak menunjukkan berbagai pencapaiannya sebagai Centre of Excellence. Melalui inovasi dan pemutakhiran teknologi di Jalan Tol Tangerang-Merak, pihaknya mendapatkan penghargaan Inovasi Teknologi Jalan Tol dalam ajang Apresiasi Inovasi Koran Sindo 2018, The Best Top IT Implementation 2018 on Toll Road Sector pada ajang TOP IT & TELCO 2018.

Penghargaan tersebut diraihnya dalam bidang tanggung jawab sosial Perseroan juga mendapatkan apresiasi melalui penghargaan TOP CSR 2018. Kemudian, Astra Tol Tangerang-Merak juga melakukan pengembangan pembinaan melalui program Kampung Berseri Astra dengan fokus pada 4 bidang terdiri atas bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kewirausahaan.

Sejalan dengan pencapaiannya menjadi Centre of Excellence, Astra Tol Tangerang-Merak mendirikan pusat pengembangan bisnis dan manajemen jalan tol yang diberi nama Astra Infra Toll Road Learning Centre (ATLC).
Ia mengatakan, kalau hasil tersebut bisa dicapai kembali pada libur natal dan tahun baru. Namun, pada 22 Desember telah terjadi bencana alam tsunami yang menghancurkan tempat wisata pantai di Banten.

“Sebenarnya tujuan itu bisa kembali pada liburan natal dan tahun baru. Namun tanggal 22 Desember terjadi bencana,” ucapnya.

Dengan adanya bencana tersebut, pihaknya juga secara spontan membuat Nurani Astra untuk membantu para korban bencana. Namun, dia juga yakin di tahun ini Astra Tol Tangerang-Merak bisa kembali meraih keberhasilan yang sama di tahun kemarin. “Kami percaya rekor trafik tersebut bisa terpecahkan kembali di tahun 2019 ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Krist mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama menyebarkan semangat positif untuk menuju kebangkitan Banten.

“Kita berkumpul di sini tidak lain untuk bersama bersinergi mendukung kebangkitan Banten melalui profesi masing-masing yang kita tekuni. Kami mengajak seluruh stakeholder terutama rekan-rekan media sebagai motorik penyebaran informasi untuk berkomitmen dengan integritas tinggi menyajikan berita yang akurat dan berimbang,” tuturnya.

Selain dihadiri oleh jajaran Direksi PT Marga Mandalasakti, dalam kesempatan itu juga turut hadir Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.

Dukungan

Dalam sambutannya, Herry menyampaikan dukungan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan tol di Provinsi Banten. “Tentunya, untuk kembali membantu #BantenBangkit untuk mengajak masyarakat #AyoKeBanten, perlu infrastruktur yang baik. Untuk itu, kami mendukung pembangunan jalan tol di Banten,” katanya.

Astra Tol Tangerang-Merak sendiri telah memiliki enam ruas jalan tol dan tiga lainnya berada di Provinsi Banten. Diantaranya, Tangerang-Merak dengan kepemilikan saham sebesar 79,3 persen, Kunciran-Serpong dengan saham sebesar 40 persen, dan Serpong-Balaraja dengan saham sebesar 25 persen.

Sedangkan jalan tol lainnya berada di Jombang-Mojokerto dengan saham sebesar 100 persen, Cikopo-Palimanan dengan saham sebesar 45 persen, dan Semarang-Solo saham sebesar 40 persen. Pada penutupan acara, Krist memberikan apresiasi kepada para jurnalis sebagai ucapan terima kasih atas komitmennya menyajikan berita secara komprehensif dan berimbang sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini juga diharapkan sinergi antara Astra Tol Tangerang-Merak bersama media dapat terus terjalin baik sehingga keberadaan Jalan Tol Tangerang-Merak dapat dirasakan manfaatnya dan sebagai penghubung perekonomian Provinsi Banten melalui sektor industri perdagangan maupun pariwisata Banten dan sebagai bagian dari tol trans Jawa. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here