Tokoh Ciwandan Bergerak Bentuk Kadin Tandingan

CILEGON, (KB).- Di tengah suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon dan persiapan Musyawarah Kota (Mukota) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon, muncul kejutan dari kalangan pengusaha Ciwandan yang juga anggota Kadin Kota Cilegon.

Mereka berkumpul di salah satu hotel Kota Cilegon, Rabu (2/10/2019). Hadir pada pertemuan tersebut, sejumlah tokoh Ciwandan juga pengusaha, di antaranya Iye Iman Rohiman, Isro Mi’raj, Nawawi Sahim, Syihabudin Sidik, Ahyadi Sanusi, Alawi Mahmud, serta pengusaha-pengusaha kawakan lain.

Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk membentuk Kadin Kota Cilegon tandingan, sebagai bentuk kekecewaan terhadap Kadin Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Sahruji.

Bahkan, pada pertemuan tersebut, Abah Salim dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Tandingan tersebut. Abah Salim kepada Kabar Banten mengatakan, hal tersebut merupakan keinginan para pengusaha dan sejumlah pengurus Kadin Cilegon, sebagai imbas dari kekecewaaan mereka terhadap kepengurusan Kadin Cilegon kepemimpinan Sahruji.

“Saya bukannya ingin jabatan ketua Kadin. Tapi ini keinginan dari teman-teman pengusaha, juga beberapa anggota Kadin Cilegonnya pak Sahruji,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggam, Rabu (2/10/2019).

Menurut Abah Salim, salah satu aspirasi dari para pengusaha tidak lain kekecewaan karena tidak adanya keterlibatan mereka dalam pembentukan panitia Mukota Kadin. Hal tersebut dianggap rancu mengingat Kadin merupakan sebuah organisasi yang dibentuk berdasarkan kesepakatan bersama.

“Ini kan tiba-tiba membentuk panitia, tanpa ada pembicaraan dengan anggota-anggota Kadin lain. Pak Isro tidak dilibatkan, padahal dia juga pengurus Kadin Cilegon,” ujarnya.

Abah Salim pun menjelaskan, awal dari pertemuan tersebut tidak lain menyoal penyelenggaraan Mukota Kadin. Namun pada akhirnya, para pengusaha sepakat untuk membentuk Kadin Kota Cilegon.

“Berikutnya, kami akan membahas kepengurusan Kadin ini. Lalu berkoordinasi dengan Kadin Banten, juga Kadin Pusat,” tuturnya.

Senada dikatakan Ahyadi Sanusi, pengusaha lain yang ikut serta pada agenda tersebut. Menurutnya, pembentukan kadin baru ini merupakan imbas dari kekecewaan para pengusaha terhadap Kadin Cilegon.

“Teman-teman melihat ada kerancuan dan kejanggalan pada agenda Mukota Kadin. Setelah dibahas lebih lanjut, akhirnya kami sepakat bentuk saja kadin baru,” ucapnya.

Ia membenarkan jika para pengusaha dan anggota Kadin Cilegon yang hadir, sepakat menunjuk Abah Salim sebagai Ketua Kadin Cilegon. “Betul, itu merupakan hasil aklamasi,” katanya.

Alawi Mahmud saat dikonfirmasi juga mengatakan, kekecewaan para pengusaha cukup mendasar. Ia pun berharap agar Ketua Kadin Cilegon Sahruji segera melakukan pembenahan sebelum dilakukan Mukota Kadin.

“Kata sejumlah anggota Kadin Cilegon yang hadir pun, ada orang-orang diluar kepengurusan kadin namun diangkat dalam panitia Mukota Kadin. Hal seperti itu kan seharusnya tidak terjadi, maka maklum saja muncul kekecewaan,” ujarnya.

Ketua Mukota Kadin Cilegon Isbatullah Alibasja mengatakan, sah saja jika ada pihak yang membentuk organisasi kadin. Namun ia mengingatkan jika kadin yang diakui oleh pemerintah tidak lain Kadin Cilegon dibawah kepemimpinan Sahruji.

“Tidak masalah jika ada yang membuat kadin, apakah itu Kadin Paradigma, Kadin Paradigma Baru, Kadin Cilegon, silakan saja. Tapi yang diakui pemerintah kan Kadin Cilegon dengan ketuanya Pak Sahruji,” ucap Isbatullah. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here