Toko Dilarang Tempati Bahu Jalan

Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagpas) Lebak meminta, agar toko tidak menempati bahu jalan atau trotoar. Sebab, hal tersebut dinilai melanggar aturan. “Tanpa ada izin, toko tidak boleh begitu saja memperluas bangunan hingga menjorok ke trotoar atau bahkan badan jalan,” kata Kepala Disperindagpas Lebak Dedi Rahmat kepada Kabar Banten, Jumat (1/2/2019).

Menurut dia, tidak hanya soal memperluas bangunan toko. Persoalan merenovasi bangunan toko juga harus seizin pemerintah daerah melalui dinas intansi terkait. Karena, bukan tidak mungkin proses renovasi yang dilakukan bisa mengganggu aktivitas jual-beli di sekitar toko yang direnovasi.

“Intinya yang berkaitan merenovasi maupun membangun untuk memperluas toko, khususnya di Pasar Rangkasbitung. Itu tidak boleh seenaknya dilakukan sebelum memiliki izin resmi dari pemkab,” ujarnya.

Ia menegaskan, bagi siapa saja yang tidak mengindahkan aturan yang diberlakukan. Maka, akan dikenakan sanksi sesuai aturan. Seperti halnya perluasan banguan di salah satu toko di Jalan Sunan Kalijaga, Pasar Rangkasbitung yang telah dibongkar oleh pihaknya.

“Silakan saja, kalau ada pemilik toko yang membandel tidak mengindahkan aturan. Pemkab pasti akan kami tindak tegas,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua III DPRD Lebak Yanto menuturkan, semua pihak termasuk para pemilik toko maupun kios di Pasar Rangkasbitung tentu harus mengikuti aturan yang telah diberlakukan Pemkab. Oleh karena itu, jika ada yang membandel, maka pihaknya mendukung pihak pemkab untuk melakukan tindakan tegas.

“Demi ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat yang berbelanja di Pasar Rangkasbitung, maka para pedagang harus bisa menciptakan rasa nyaman kepada para pengunjung,” tuturnya. (Lugay/Galuh Malpiana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here