TKI Meninggal di Suriah, Sponsor diminta Bertanggungjawab Pulangkan Jenazah

SERANG, (KB).- Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Serang meminta pihak sponsor untuk bertanggungjawab memulangkan jenazah Rosmawati (46), TKI asal Ciruas yang meninggal di Suriah akibat terjatuh dari lantai dua rumah majikannya saat hendak melarikan diri.

Seksi perlindungan dan pemberdayaan program pada BP3TKI Serang, Budi Nurcahyo mengatakan, hasil pertemuan dengan beberapa pihak terkait yakni tentunya pihaknya meminta agar perusahaan atau sponsor untuk bertanggung jawab memulangkan jenazah Rosmawati ke Indonesia.

“Pihak PT (sponsor) sempat kami hubungi lewat disnaker dan menyetujui pemulangan tersebut,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di rumah korban, Kamis (23/8/2018).

Budi mengatakan, kemungkinan korban akan dipulangkan dari Suriah ke Indonesia dalam waktu satu minggu. Sedangkan saat ini, jenazah korban dikabarkan berada di rumah sakit Suriah. “Kita memberi waktu satu Minggu dari Disnaker. Pokoknya sampai ke Indonesia. Nanti SBMI yang akan memantau perkembangan kasus ini,” katanya.

Baca Juga: TKI Asal Ciruas Dikabarkan Meninggal

Disinggung soal keberangkatan Rosmawati lewat jalur ilegal, Budi mengatakan akan memberikan sanksi jika memang terbukti perusahaan itu memberangkatkan secara ilegal. “Sanksinya bisa ke arah pencabutan izin usaha. Kalau perusahaan ini kurang tahu dimana agennya,” ucapnya.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Provinsi Banten Maftuh Salim mengatakan sebelum di Suriah, korban sempat bekerja di Abu Dhabi selama tujuh bulan. Kemudian dipindah ke Suriah sekitar 22 hari belakangan. “Itu kata agennya,” ujarnya.

Walau demikian, dirinya mengaku belum tahu secara pasti kronologis kejadian yang menimpa Rosmawati. Tidak tahu apa alasan yang membuat ibu empat anak itu melarikan diri menggunakan selendang sampai akhirnya jatuh membentur batu.

“Kami sedang kaji dengan KBRI, apakah ada tindak kekerasan atau apala. Pihak KBRI belum berani mengungkap karena belum ada pemerintah Suriah datang ke lokasi,” katanya.

Namun pihak KBRI baru melihat adanya bekas luka dan benturan di kepala yang terkena batu. Dengan demikian, hingga saat ini jenazah korban masih belum diotopsi.

Suami korban, Amanudin mengatakan, istrinya tersebut sudah berangkat sejak delapan bulan lalu ke Abu Dhabi. Namun kemudian dirinya mendapatkan kabar istrinya sudah ada di Suriah. “Enggak tahu sudah disana (di Suriah). Adanya begini (meninggal) jadi bingung kok di Suriah,” ujarnya.

Amanudin menjelaskan, walau ia tahu istrinya berangkat jadi TKI, namun saat itu dirinya tidak pernah memberikan izin. “Enggak boleh karena keadaan saya enggak mampu menahannya terpaksa saya biarin tapi saya enggak ngizinin. Karena saya rumasa enggak mampu, kalau mampu mah enggak berangkat,” katanya.

Dirinya pun mengaku sangat terpukul dengan berita yang didapatkannya tersebut. Terlebih anaknya yang paling kecil kerap menangisi ibunya. “Anak yang kecil setiap ada kapal suka nangis biasanya enggak, tapi sekarang kalau ada kapal suka bilang mah pulang turun, saya nangis,” katanya.

Menurut dia, selama istrinya di luar negeri sempat mengirimi uang pada dua bulan awal sebesar Rp 8 juta. Uang tersebut diterima oleh anaknya. Selain itu, saat berada di Abu Dhabi, Rosmawati intens berkomunikasi setiap seminggu sekali. Biasanya ia berbicara dengan anaknya.

Namun, sejak pindah ke Suriah istrinya itu sudah tak ada komunikasi. Komunikasi terakhir kali dilakukan saat sehabis lebaran Idul Fitri, pada saat itu Rosmawati mengeluh ingin pulang. Dirinya pun menyampaikan kepada sponsor keluhan itu, sampai akhirnya dapat kabar istrinya meninggal dunia. “Cuma ya itu di Suriah enggak ada komunikasi katanya diambil majikan HP nya. Saya tanya ke anak katanya enggak ngebel, katanya pernah ngebel pakai HP temen,” ujarnya.

Dirinya pun berharap, agar istrinya tersebut bisa segera dipulangkan secepatnya. Untuk pengurusannya semua diserahkan kepada SBMI. Rosmawati meninggalkan empat orang anak yakni Muhamad Febri (4), tri uktia friani (15), Dede mustopia (18), Dedi Suhendi (20). (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here