Kamis, 15 November 2018
Jenazah Rosmawati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Pulo, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, disalatkan di masjid kampung pulo, Kamis (13/9/2018).*

TKI Meninggal di Suriah, KBRI Dalami Dugaan Kematian Rosmawati

SERANG, (KB).- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) masih akan terus mendalami penyebab kematian Rosmawati (46), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Pulo, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas ke Suriah hingga kemudian pulang dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (12/9/2018). Selain itu, BNP3TKI Serang juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menelusuri perusahaan yang memberangkatkannya.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Serang, Bajongga Aprianto mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu data valid terkait penyebab kematian Rosmawati. Sebab selama ini penjelasan yang masuk sifatnya baru sekadar info ke info.

“Masih menunggu dari KBRI langsung. Tapi yang kita tahu TKI ini sudah sampai di agensi (penampungan di luar negeri) dari kampung. Entah bagaimana atau tekanan apa almarhum mencoba kabur dari lantai dua menggunakan kain, namun kemudian terputus dan tidak bisa diselamatkan saat dibawa ke rumah sakit,” ujarnya kepada Kabar Banten, Kamis (13/9/2018).

Baca Juga: TKI Asal Ciruas Dikabarkan Meninggal di Suriah

Untuk selanjutnya, Bajongga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait masalah penegakan hukum dan penempatan almarhum. Selain itu juga terus mencari tahu siapa yang memberangkatkan almarhum ke luar negeri.

Sebab dalam dokumennya tidak ada menyebutkan perusahaan atau sponsor mana yang memberangkatkannya secara jelas. “Apakah ada PT (sponsor) dan apakah prosesnya termasuk tindak pidananya perdagangan orang atau tidak itu masih kita dalami,” ucapnya.

Unprosedural

Namun yang pasti, kata dia, pemberangkatan Rosmawati unprosedural dan melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018. Sedangkan untuk dugaan adanya human traficking atau perdagangan manusia dirinya masih belum bisa mengatakan demikian. “Masih belum bisa dikatakan demikian cuma berdasarkan (sisko) sistem komputerisasi tenaga kerja luar negri BNP2TKI PMi atas nama Rosmawati tidak ada,” tuturnya.

Adanya kejanggalan tersebut dilihat dari fakta dokumen milik Rosmawati. Dimana paspor terbit pada 2015 dan bisa Saudi sudah masuk pada 2015. Kemudian diperpanjang tahun 2017 namun dicoret dan tidak masuk ke Abu Dhabi. Akan tetapi bisa yang bersangkutan sudah masuk ke Abu Dhabi.

Selain menyusuri soal perkara hukumnya, pihaknya bersama KBRI juga sedang mengurus hak hak Rosmawati selama bekerja di luar negeri. Pihak KBRI pun sedang melakukan proses pemanggilan terhadap agensi. Namun mengingat Suriah adalah negara konflik, maka KBRI perlu bekerja keras untuk menyelesaikan kasus ini. “Agensi itu ranah KBRI karena itu hukum wilayah asing jadi akan mempelajari hukum setempat terlebih dahulu,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Binapenta pada Disnakertrans Kabupaten Serang Ugun Gurmilang mengatakan, selama ini pihaknya pun sudah sering melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Terlebih, sejak 2015 pemberangkatan ke timur tengah sudah moratorium. “Karena yang banyak masalah itu kan timur tengah,” ujarnya.

Ugun menjelaskan, selama ini hampir 90 persen yang menjadi faktor utama berangkat menjadi TKI termasuk Rosmawati adalah soal ekonomi. Oleh karena itu, dirinya selalu bilang saat sosialisasi walaupun menjadi TKI adalah hak namun berangkatlah dengan cara legal.

“Kalau legal di UU 18 jelas ada perlindungannya kalau ada kejadian apapun. Kalau enggak kan kita bingung makanya jangan sampai tergiur oleh sponsor yang mengatasnamakan perusahaan lebih baik konfirmasi ke Disnaker,” tuturnya.

Baca Juga: TKI Meninggal di Suriah, Sponsor diminta Bertanggungjawab Pulangkan Jenazah

Disinggung soal rencana penelusuran agen yang memberangkatkan, ia mengatakan jika hal itu kewenangannya di BP3TKI. “Tapi dari beberapa kasus yang ada saya koordinasi rata-rata sponsor adalah keluarga jadi tidak sampai tuntas di kepolisian,” ucapnya.

Namun terkait kondisi Rosmawati yang berangkat dalam kondisi sakit, Ugun mengaku tidak tahu. Akan tetapi, saat almarhum berada di luar negeri dan menelepon keluarga dirinya memang sakit. “Iyalah melanggar (memberangkatkan dalam kondisi sakit), dan harus ada sanksi. Makanya silakan sekarang biarkan aparat hukum yang menindaklanjuti,” tuturnya. (DN)*


Sekilas Info

Empat Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus Polres Serang

SERANG (KB).- Satuan Reserse Narkoba Polres Serang Kabupaten berhasil meringkus empat tersangka pengedar dan pengguna narkoba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *