Tinjau Program TMS & Kampung Siaga Bencana, Presiden Pastikan Kesiapan Masyarakat Hadapi Bencana

PANDEGLANG, (KB).- Presiden Joko Widodo meninjau lansung proses edukasi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Senin (18/2/2019).

Kedatangan Presiden disambut oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, dan Danrem 064/MY Kolonel Inf Windiyatno.

Dalam kunjungannya, Presiden melihat proses edukasi yang dilakukan di SD Negeri Panimbangjaya 1, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang yang diikuti oleh anak-anak dan dipandu Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial RI.

Setelah menyaksikan kesigapan anak-anak berlatih menghadapi bencana, Presiden bertatap muka dengan 7.000 pelajar dan masyarakat di Alun-alun Panimbang tak jauh dari bibir pantai dan lokasi sekolah.

“Saya ingin melihat kesiapan anak-anak maupun kampung-kampung di sini dalam menghadapi bencana. Karena kita tahu Indonesia dilewati jalur cincin api sehingga banyak daerah yang rawan gempa, tsunami, banjir, longsor, dan bencana lainnya,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan tujuannya melihat langsung proses edukasi anak-anak dan warga juga untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan benar. “Karena kita tidak tau kapan bencana datang,” katanya.

Presiden kemudian memanggil satu pelajar SD dan satu pelajar SMA ke podium. Keduanya diminta menjelaskan tentang langkah yang dilakukan ketika menghadapi bencana gempa bumi.

“Bagaimana misalnya ada gempa? Apa yang dilakukan?,” tanya Presiden kepada Mohammad Alan, pelajar SD yang berdiri di sebelah kanannya.

Alan menjawab, jika terjadi gempa bumi maka dia harus melindungi kepala, berlindung di bawah meja, lalu lari ke lapangan saat gempa sudah berhenti.

Presiden lantas menyebutkan dan mengulang jawaban Alan yakni lindungi kepala, masuk kolong meja dan jauhi kaca. Apabila gempa berhenti lari ke lapangan atau titik kumpul.

“Betul sekali. Ini artinya pendidikan yang dilakukan Tagana sudah masuk ke benak anak-anak. Bagus sekali, terima kasih Tagana,” tutur Presiden disambut tepuk tangan warga.

Berikutnya Presiden Jokowi memanggil satu orang warga dari salah satu Kampung Siaga Bencana (KSB) di Pandeglang. Seorang pria bernama Ahmad Suryadi maju ke depan.

“Kami bergerak 24 jam saat bencana tsunami Selat Sunda ke kampung beri bantuan, evakuasi masyarakat dan menyiapkan kendaraan untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman. Kami dilatih oleh Tagana,” ujar Ahmad Suryadi.

Presiden mengatakan, Tagana dan BNPB akan terus melakukan sosialisasi tentang bagaimana menghadapi bencana. Kedepannya provinsi-provinsi yang rawan bencana juga menjadi prioritas untuk dilatih kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Tugas kita semua agar kita betul-betul siap menghadapi bencana. Jangan sampai tidak siap dan tidak tahu apa yang harus dilakukan hingga korban menjadi banyak,” kata Presiden.

Sementara itu, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Tagana Masuk Sekolah dan Kampung Siaga Bencana merupakan bagian dari upaya Program Edukasi Kesiapsiagaan Masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden pada tanggal 14 Januari 2019 tentang pentingnya edukasi kebencanaan kepada masyarakat dalam rangka mengurangi atau mencegah resiko bencana,” ujarnya dalam siaran tertulis, Senin (18/2/2019).

Ia mengatakan, dalam penyelenggaraan program ini, Kementerian Sosial berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Program Edukasi Kesiapsiagaan Masyarakat dalam penanggulangan bencana bertujuan mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana.

“Masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana mengingat masyarakat merupakan pihak pertama yang berhadapan langsung dengan bencana. Keberhasilan mitigasi bencana sangat bergantung pada pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here