Tinjau Kondisi Wisata, Menpar: Selat Sunda Aman

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat berada di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Jumat (5/7/2019).*

CILEGON, (KB).- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meninjau kondisi wisata di Selat Sunda, Jumat (5/7/2019). Peninjauan itu dalam rangka pemantauan kondisi wisata pascatsunami yang melanda selat yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera di Indonesia, serta Laut Jawa dengan Samudera Hindia tersebut.

Pantauan Kabar Banten, Menpar meninjau dengan menyeberang dari Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak – Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni sekitar 10.00 WIB, dan kembali sekitar pukul 16.00 WIB.

“Saya ke sini untuk lihat kondisi Selat Sunda. Hasilnya, saya nyatakan Selat Sunda aman. Tadi laporannya menggembirakan, tapi ada yang tidak menggembirakan juga,” katanya.

Arief mengatakan, Banten dan Lampung pascatsunami mulai berangsur pulih. Laporan kunjungan wisata di dua wilayah pun menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Hal menggembirakan itu, pada libur lebaran kemarin okupansinya hampir normal 100 persen. Tapi setelah itu jadi 70 persen. Kalau Lampung udah fully recovered,” ujarnya.

Kehadiran Pelabuhan Eksekutif Merak dan Bakauheni juga membuka potensi untuk peningkatan wisata. Terlebih, harga tiket pesawat domestik saat ini terbilang mahal.

“Jadi memang ada sejumlah faktor pendukung. Seperti adanya Tol Trans Sumatra dan Trans Jawa, lalu tiket pesawat mahal, terjadilah overland seperti dulu lagi,” tutur Arief.

Dijelaskan, sekarang Jakarta ke Merak butuh waktu 2 jam plus 1 jam untuk menyeberang. Dengan waktu yang tak terlalu lama itu, traveler sudah bisa menikmati atraksi yang berbeda. Tak menutup kemungkinan pula, kalau terminal itu bisa jadi atraksi wisata.

“Bisa, jadikan saja ini pusat wisata. Cukup luas, katanya lebih dari 700 hektare. Jadikan saja resort, nggak perlu khawatir. Ada banyak sekali partner yang kita kerja sama untuk membangun tourism resort di sini,” ucapnya.

GAK jadi TWA

Menpar pun berharap Gunung Anak Krakatau (GAK) diubah menjadi Taman Wisata Alam (TWA). Saat ini, status gunung itu sebagai cagar alam dan cagar alam laut.

“Perubahan status ini perlu dilakukan, untuk menarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara,” tuturnya.

Pemilahan status gunung yang terletak di Selat Sunda tersebut, katanya, perlu dilakukan. Jika ada kejelasan pemisahan status, maka dapat dipastikan wisatawan akan berbondong-bondong menikmati alam Gunung Anak Krakatau.

“Itu penting untuk ditetapkan karena TWA itu akan menarik banyak wisatawan. Jadi mohon dipertimbangkan rekan-rekan para stakeholder untuk bisa mengarahkan GAK dan sekitarnya sebagai Taman Wisata Alam,” ujarnya.

Sementara itu, Komersial PT ASDP Indonesia Ferry Yusuf Hadi mengatakan, siap mendukung recovery wisata di Selat Sunda. Ini melalui peningkatan pelayanan penyeberangan, baik dalam kecepatan maupun pelayanan.

“Peningkatan pelayanan kami terhadap para penumpang, bagian dari dukungan kami terhadap dunia pariwisata. Kami siap mendukung program pemerintah, khususnya dalam hal recovery pariwisata di Banten dan Lampung,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here