Tingkatkan Kompetensi Pegiat Literasi, Forum TBM Cilegon-SGI Bersinergi

CILEGON, (KB).- Dalam rangka meningkatkan kualitas kompetensi pegiat literasi baik dari kalangan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) maupun kaum pendidik. Forum TBM Kota Cilegon menggandeng Sekolah Guru Indonesia (SGI) yang merupakan organisasi pengembangan guru di bawah naungan Dompet Dhuafa Corporate University yang memiliki komitmen untuk memberi kontribusi aktif dalam perbaikan pendidikan.

Ketua Forum TBM Kota Cilegon Hikmat Masika mengatakan, kegiatan ini dengan tujuan melahirkan ketokohan guru pemimpin yang memiliki kompetensi mengajar, mendidik, dan jiwa kepemimpinan.

“Salah satu program SGI adalah SGI Literat, yaitu pendampingan guru dan aktifis literasi yang memiliki pembiasaan membaca, berperan aktif dalam pemberdayaan literasi dan sanggup untuk menumbuhkembangkan budaya gemar membaca di masyarakat. Kegiatan SGI Literat ini di laksanakan di berbagai daerah di Indonesia dan salah satunya di Provinsi Banten khususnya di Kota Cilegon,” katanya, Ahad (1/9/2019).

Dia mengatakan, SGI Literat adalah program pembinaan Guru khusus literasi yang berlangsung selama 7 pekan dan terbagi menjadi 3 hari karantina dan 1,5 bulan pendampingan projek literasi di wilayah masing-masing.

“Program SGI Literat hadir bersama guru-guru hebat dan pengelola taman baca di Kota Cilegon. Bersama trainer dan fasilitator dari Sekolah Guru Indonesia, Studium General SGI Literat Kota Cilegon dihadiri Pengurus SGI Pusat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Kepala Bidang PNFI Kota Cilegon, Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PNFI Kota Cilegon, Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kota Cilegon dan Ketua Forum TBM Kota Cilegon,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusias peserta cukup tinggi dan keinginan belajar terlihat jelas dari raut wajah peserta. Program ini akan memberdayakan taman baca dan juga sekolah. Harapan untuk meningkatkan literasi mulai dari lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat perlahan terwujud melalui SGI Literat.

“Hadirnya Taman Baca Masyarakat menjadi sarana juga untuk meningkatkan minat baca anak tentunya. Setiap peserta SGI Literat nantinya akan membuat sebuah projek pemberdayaan yang berhubungan dengan literasi,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Mukhtar Ghajali mengtatakan, keuntungan bagi peserta ketika mengikuti SGI Literat adalah banyak ilmu tentang membaca, menulis, bercerita, mengelola taman baca. Kedua, pengalaman belajar di dalam dan luar ruangan yang menarik, berkesan, dan bermakna.

“Ketiga, Jaringan guru, komunitas, dan trainer pendidikan di Indonesia dan keempat, Pendampingan intensif dalam menjalankan proyek literasi. Ini merupakan komitmen bersama dalam menjalankan pemberdayan bersama SGI Literat,” ungkapnya. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here