Selasa, 16 Oktober 2018

Tingkatkan Hasil Pertanian, Distan Kembangkan Padi Organik

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang berencana untuk mengembangkan padi organik di Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka. Hal tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan hasil pertanian para petani, sebab padi organik dikenal dengan padi yang ramah lingkungan.

Padi organik merupakan padi yang dihasilkan budidaya pertanian organik. Padi organik bukan sekadar padi biasa, tetapi dia diolah dan dibudidayakan melalui pendekatan organik. Jika budidaya padi masih menggunakan asupan kesuburan sintesis atau campuran antara sintetis dan organik, maka yang demikian bukan budidaya pertanian organik.

Oleh karena itu, sesuatu yang dibudidayakan secara full organik, maka dia akan menghasilkan produk organik termasuk padi. Padi organik sebelum diproses menghasilkan gabah organik. Budidaya padi organik haruslah memenuhi aturan sistem pangan organik, tertera dalam standar nasional Indonesia (SNI).

Kepala Distan Kabupaten Serang, Dadang Hermawan mengatkan, untuk Kabupaten Serang memang memiliki potensi dalam pengembangan padi organik. Padi organik, artinya padi yang penanamannya tidak menggunakan bahan kimia. “Enggak pakai zat kimia,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis (12/4/2018).

Ia menuturkan, setelah dilakukan survei oleh tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB), ternyata wilayah Desa Cikolelet memiliki potensi untuk dikembangkan jenis padi organik. Hal tersebut, dikarenakan daerah Cikolelet tidak memiliki banyak penyerapan zat kimia dan lain halnya dengan wilayah Pantura.

Untuk tahap pertama, pengembangan padi organik tersebut, akan dilakukan di lahan seluas 20 hektare. Program tersebut berasal dari Kementerian Pertanian, oleh karena itu tidak ada salahnya untuk dikembangkan di Kabupaten Serang. “Dasarnya hasil survei IPB,” ucapnya.

Jika dilihat dari lingkungannya, Desa Cikolelet memang cukup baik untuk pengembangan padi jenis organik tersebut. Sebab, padi tersebut ramah lingkungan dan tidak terlalu banyak menggunakan unsur kimia. “Jadi, hasil survei IPB menyatakan, Cikolelet yang dekat Rawa Danau ini bagus potensinya,” tuturnya.

Progam padi organik tersebut, nantinya akan dipadukan dengan program sentra peternakan rakyat (SPR), khususnya komunitas kerbau. Sebab, untuk kerbau, mereka baru bisa memetik hasilnya setelah tahunan.

Namun, dengan adanya program padi organik di wilayah tersebut, maka akan menjadi nilai tambah bagi para petani. Di mana usia padi tersebut, bisa dipanen dalam rentang waktu 3-4 bulan. “Mudah-mudahan ini bisa dikembangkan lebih saksama kalau hasilnya bagus,” katanya. (Dindin Hasanudin)*


Sekilas Info

Calon Pengantin Diusulkan Wajib Tes HIV/AIDS

SERANG, (KB).- Komisi II DPRD Kabupaten Serang berencana membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *