Minggu, 18 Februari 2018

Tingkatkan Daya Saing Melalui Ciri Khas Lokal

MENTERI Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berpesan, meski telah mendapatkan sentuhan teknologi dan peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, UKM perajin agar tetap mempertahankan ciri khas produk kerajinan lokal.

“Kenapa harus dipertahankan? Karena disitulah letak keunggulan produk kerajinan lokal, yang tidak dimiliki daerah lain. Misalnya, UMKM perajin di Kabupaten Lebak khususnya masyarakat Baduy, tenun dengan motif Baduy maupun berbagai kerajinan dari batok kelapa, sudah memiliki ciri khas dan itu harus tetap dipertahankan,” kata Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga saat berkunjung ke Lebak belum lama ini.

Dia menjelaskan, selain peningkatan kualitas produk, UMKM disarankan untuk semakin meningkatkan mutu desain yang variatif dengan tetap mempertahankan ciri khas budaya lokal. ”Untuk melindungi produk UMKM perajin ini dari pemalsuan atau penjiplakan, Kementerian Koperasi dan UKM memberikan fasilitas HKI (Hak Kekayaan Intelektual) berupa hak merek dan hak cipta, yang diberikan secara gratis,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah UMKM perajin mulai berkembang, Kementerian Koperasi dan UKM menyediakan fasilitas pembiayaan melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) dengan bunga pinjaman relatif murah, 0,3 persen/bulan. ”Selain itu, ada juga fasilitasi pembiayaan Ultra Mikro (UMI) yang bekerja sama dengan Departemen Keuangan. Pembiayaan ultra mikro ini sudah berjalan 4 bulan dengan plafon maksimum Rp 10 juta. Sedangkan bagi UMKM perajin yang mulai berkembang usahanya, bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dimana untuk pinjaman sampai dengan Rp 25 juta, bebas agunan,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan, Desa Kanekes dan kawasan Ciboleger merupakan desa yang memiliki keunikan sendiri dimana masyarakat suku Baduy luar bertempat tinggal. “Mereka itu merupakan aset bagi kami khususnya di Kabupaten Lebak maupun aset budaya bangsa. Sebagai kabupaten yang memiliki wilayah luas, dan penduduk 1,3 juta jiwa, Lebak terus berbenah agar menjadi destinasi wisata dan pusat UMKM perajin,” kata Bupati Iti.

Menurut bupati, dengan jumlah koperasi yang mencapai 818 koperasi dan jumlah UMKM 49.853, Kabupaten Lebak memiliki cukup potensi untuk berkembang. “Selain masyarakat Baduy dengan ciri khas budayanya, Lebak juga memiliki produk andalan kerajinan rotan, teh Iti yang baik untuk kesehatan maupun berbagai olahan pisang dan gula aren,” katanya. Iti menambahkan, untuk menampung berbagai produk kerajinan itu, pihaknya sudah membangun sarana pendukung berupa Plaza Lebak yang berlokasi di daerah Mandala, Desa Kaguagung Timur, Kecamatan Cibadak. (Nana Djumhana)***


Sekilas Info

Jalan Citorek-Warung Banten Dibangun

LEBAK, (KB).- Pemerintah Provinsi Banten akan segera membangun ruas jalan Citorek-Warung Banten sepanjang 25 kilometer dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *