Tingkat Kesembuhan Suspect Corona Tinggi

Oleh : Intan Tiara

Praktisi kesehatan meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi penyebaran Virus Corona. Berdasarkan keterangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kemungkinan  kesembuhan suspect Covid-19 tergolong tinggi, yakni  hingga 97 persen. Ketakutan dan kecemasan yang meliputi masyarakat Indonesia kini sedikit berkurang.

Pasalnya muncul imbauan resmi yang menyatakan jika tingkat kesembuhan suspect Corona sangat tinggi. Bahkan, mencapai 97 persen. Meski  dilaporkan banyak yang meninggal namun fakta menyebutkan jika kemungkinan untuk sembuh juga tinggi.

Virus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok ini sempat membuat kegemparan global termasuk Indonesia. Beragam upaya serta cara dilakukan guna menanggulangi wabah tersebut. Di sektor publik, travel ban diberlakukan, pembatasan ekspor-impor hingga meningkatkan kesiapsiagaan petugas medis di sejumlah titik.

Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan imbauan untuk meliburkan sekolah, kantor maupun akses publik. Mereka diminta untuk “tinggal di rumah” untuk mengurangi potensi penyebaran virus Corona.

Disebutkan dari berbagai sumber, swa karantina diharapkan mampu menekan potensi penularan tanpa kontak langsung dengan, kumpulan orang atau di keramaian. Karantina mandiri ini juga  dinilai lebih efektif, karena meski tidak jangan sampai jadi “agen” penularan. Mengisolasi diri secara mandiri kini lebih dipilih karena lebih mudah dilakukan.

Sebelumnya, otoritas China mengumumkan telah banyak suspect Corona yang sembuh serta menutup 2 rumah sakit khusus penanganan Covid-19 tersebut. Kabarnya, jika pasien yang pernah terpapar kemudian sembuh, kemungkinan untuk terjangkit kembali hampir nol persen. Mereka bahkan ada pula yang merayakan kebahagiaan atas menurunnya pasien Corona di China secara drastis. Meski telah banyak dilaporkan jika China telah memiliki Vaksin, namun secara resmi mereka belum melakukan klarifikasi.

Begitu pula kebahagiaan ini juga dirasakan Indonesia menyusul imbauan Loekmono Hadi selaku Direktur RSUD kudus dikeluarkan. Dirinya menuturkan agar warga tidak perlu panik atas penyebaran virus Corona tersebut. Waspada wajib dilakukan tapi berelebihan, jangan!

Dirinya menambahkan virus Corona ini memiliki tingkat kesembuhan lebih tinggi yang mampu mencapai angka 98 persen. Jika dibandingkan wabah virus H5N1 atau flu burung. Sementara persentase meninggal dunia hanya sisanya saja, yakni 2 persen. Kabar ini juga makin kuat ketika dari negeri sakura menyebutkan mereka juga menerapkan social distancing tanpa harus membunuh ekonomi.

Seperti, antri dengan jarak minimal 1 meter, kemudian makan di kedai atau resto juga dengan meja kursi berjajar dengan jarak yang ditentukan. Bahkan, di dalam lift-pun diberi semacam “sign” atau tanda agar penggba tidak saling berdekatan.

Hadi menambahkan kasus korban meninggal yang terjadi juga banyak didominasi karena pasien juga memiliki riwayat penyakit lain. Tak menampik jika virus ini bisa menular namun bukan melalui udara, melainkan lewat tetesan dari bersin maupun batuk atau yang biasa disebut droplet. Selain itu dirinya menyebutkan, jika pasien yang sedang dirawat pada ruang isolasi bukanlah suspect Corona, namun PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Sejalan dengan pernyataan Loekmono Hadi,  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto menyatakan, bahwa masyarakat perlu menjaga pola hidup bersih dengan mencuci tangan secara teratur dan benar. Pasalnya, dewasa ini banyak yang mencuci tangan hanya asal-asalan saja. Padahal mencuci tangan secara benar dengan sabun, akan menekan angka pertumbuhan bakteri maupun virus. Termasuk penyebaran Covid-19 ini.

Berdasarkan fakta tersebut, kemudian digalakkan demo cuci tangan dengan sabun secara benar. Atau imbauan melakukan social distancing jika terpaksa harus berada di luar ruangan atau tempat publik. Menjaga higienitas ruangan, misalnya memakai hand sanitizer, mencuci permukaan seperti meja yang kemunhkinan dapat menularkan virus tersebut.

Virus yang membidik sistem imunitas ini disebutkan menyerang individu dengan keadaan kesehatan yang sedang buruk. Jadi, jika Anda merasa sehat bisa cukup tenang, pasalnya kemungkinan terpapar kecil sekali. Namun, sehat bukan berarti tak bisa menularkan, lho! Kita tetap berpotensi menularkan ke pihak lain jika tak berhati-hati. nah, gunanya lockdown mandiri ialah untuk tujuan seperti ini.

Memang, terlihat begitu membosankan, berdiam diri di rumah. Tapi demi kebaikan bersama, mari bersemangat menjalaninya. Semoga kabar jika kesembuhan suspect corona makin tinggi ini akan membuat pandemi Corona segera berlalu. Jaga kesehatan serta tingkatkan imunitas untuk mencegah potensi paparan! (Penulis adalah warganet, penggiat Forum Indonesia Sehat)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here