Tinggal di Tanah Wakaf Kawasan Masjid Ats-Tsauroh, Pemkot Serang Pindahkan Warga Kantin ke Perumahan

Masjid Ats-Tsauroh Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Warga kantin yang tinggal di tanah wakaf di kawasan Masjid Ats-Tsauroh Kota Serang akan ditempatkan sementara di perumahan bersubsidi. Pemerintah Kota Serang akan menanggung down payment (DP) atau uang mukanya. Selanjutnya angsuran setiap bulannya diserahkan kepada masing-masing kepala keluarga.

“Kami hanya memberikan DP (uang muka) saja. Seterusnya ya kami serahkan kepada warga. Tapi, tentu ini nanti akan kami sosialisasikan. Tujuan kami ini kan, agar warga bisa memiliki rumah sendiri. Tapi, pemerintah kan juga memiliki keterbatasan anggaran. Jadi, untuk angsuran per bulannya diserahkan kepada masing-masing kepala keluarga,” kata Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin, Ahad (8/9/2019).

Ia menuturkan, saat ini pemerintah masih membahas rencana tersebut dan menunggu kesepakatan dengan pihak-pihak terkait. Pihaknya juga perlu melakukan survei untuk mengetahui pasti kelayakan tempat.

“Itu nanti dititipkan ke beberapa perumahan yang memang bekerja sama dengan kami. Sekarang ini sedang dibuat feasibility study (FS) untuk pembangunan masjidnya dulu. Baru nanti kami cek lagi lokasi relokasi bagi warga Kantin ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan Masjid Agung Kota Serang akan dilakukan pada 2020. Tahun depan sudah harus dilakukan pembangunan fisiknya dan FS-nya harus selesai pada tahun ini.

“Tentu harus mulai pembangunan pada 2020. Jadi tahun ini, FS itu harus diselesaikan, karena kan sudah masuk dalam anggaran juga, sudah dianggarkan dan ditetapkan. Kemudian, pemerintah juga sudah membuat perencanaan untuk merelokasi warga Kantin di tempat yang layak,” ucapnya.

Sementara, seorang warga Lingkungan Kantin yang enggan menyebutkan namanya menuturkan, bersedia direlokasi. Namun, dia keberatan jika harus membayar angsuran.

“Relokasi kami bersedia, asalkan pemerintah menyiapkan tempat. Tapi, kalau disuruh bayar angsuran per bulan, agak berat,” tuturnya.

Sebab, kata dia, banyak warga yang belum memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. “Warga sini kan rata-rata masih serabutan, belum punya kerjaan tetap,” ujarnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here