Tinggal di Tanah Wakaf Ats-Tsauroh, Pemkot Serang Siap Relokasi Warga

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan, akan merelokasi warga yang menempati tanah wakaf Masjid Ats-Tsauroh. Hal tersebut, karena lokasi pembangunan Masjid Agung Kota Serang sudah mengerucut ke Masjid Ats-Tsauroh.

Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin menjelaskan, studi kelayakan (feasibility study) tim ahli sedang berjalan di Masjid Ats-Tsauroh. Ia menuturkan, relokasi yang akan dilakukan nanti sesuai dengan batas tanah masjid yang ditempati warga. Pemkot, kata dia, telah memikirkan hal tersebut secara matang dan memastikan tidak akan merugikan warga.

“Memang rangkaiannya ke situ (relokasi). Karena, kami juga dengan tokoh masyarakat sudah sepakat untuk memindahkan (warga Lingkungan Kantin). Karena, memang itu juga kan tanah wakaf. Maka, sebelum ada pembangunan, kami relokasi mereka terlebih dahulu,” ujarnya, Sabtu (3/8/2019).

Selain itu, beberapa bangunan, seperti Islamic Center dan pertokoan di sekitarnya juga akan dipindahkan. Hal tersebut, agar nanti pembangunan masjid agung hasilnya benar-benar memuaskan.

“Di sana kan ada batas mana tanah wakaf dan tanah pribadi. Nanti tanah wakaf ini yang kami relokasi. Tapi, tentu tidak juga dengan serta merta kan, ada masyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat kalau mau direlokasi. Kemudian, akan kami pindahkan ke mana, itu semua akan kami proses seperti apa,” ucapnya.

Menurut dia, masih banyak perencanaan dan pilihan untuk menentukan lokasi relokasi bagi warga Lingkungan Kantin. Salah satu opsinya, yaitu dititipkan ke perumahan-perumahan yang ada di Kota Serang.

“Intinya, pemerintah tidak akan merugikan mereka. Tapi, nanti juga ada seperti jenis kerohiman. Akan tetapi itu juga melalui masyawarah, tidak serta merta dipindahkan begitu saja,” tuturnya.

Rencananya, kata dia, pintu masuk utama Masjid Agung Kota Serang akan dibuat menghadap Jalan Veteran, bukan di Jalan Mayor H Abdullah seperti saat ini. Karena nanti, bangunan Islamic Center akan dibongkar dan dijadikan halaman masjid.

Sehingga, ke depan masjid memiliki halaman yang luas dan parkir jemaah juga tidak sampai membuat kemacetan di jalan. “Jadi, nanti pintu masuk bukan dari Korem, tapi dari Jalan Veteran,” ujarnya.

Kemudian, pemkot akan membuat detail engineering design (DED) untuk proses selanjutnya. Diharapkan, pada 2020 pembangunan Masjid Agung Kota Serang sudah bisa berjalan.

“FS kan sudah. Hanya nanti tinggal DED yang belum. Apabila bisa dibuat di anggaran perubahan kami akan buat. Kalau kami, Pemerintah Kota Serang inginnya di tahun 2020 pembangunan masjid ini sudah running,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here