Tindak Waralaba Langgar Aturan

PANDEGLANG, (KB).- Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM tidak segan-segan menindak setiap aktivitas waralaba (Alfamart dan Indomaret) yang melanggar jam operasional. Meski demikian, sebelum mengambil tindakan tegas pemerintah akan memberlakukan teguran pertama pada pemilik waralaba yang melanggar aturan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Pandeglang Andi Kusnardi menuturkan, jam operasional untuk buka tutup waralaba sudah ditetapkan. Apabila tidak mengikuti aturan yang berlaku, mereka akan mendapatkan teguran dari pemerintah daerah.

”Sesuai dengan aturan Perda, jam buka mulai pukul 7.30 -22.00 WIB setiap hari. Kecuali hari besar, seperti lebaran sampai pukul 23.00 WIB. Kami akan koordinasi dengan Satpol PP untuk membuat surat teguran kepada waralaba tersebut,” kata Kadisperindag dan SDM Andi Kusnardi kepada Kabar Banten, Selasa(10/9/2019).

Selain mendapatkan teguran dari pemerintah daerah, lanjut Andi, waralaba tersebut juga akan mendapatkan teguran dari direktur wilayahnya masing-masinng. Oleh karena itu, dia akan berkoordinasi dengan direktur wilayahnya agar menertibkan sejumlah bawahannya yang dinilai tidak tertib.

”Mohon juga detail Indomaret dan Alfamart yang di mana, jalan apa yang melanggar itu. Biar saya coba langsung telepon ke direktur wilayah Banten-nya. Tapi harus pas posisi yang mana. Saya coba telepon langsung ke direkturnya, nanti surat teguran segera dibuat,” ujarnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM akan menegur langsung sejumlah waralaba yang tidak menaati peraturan. Sebab, di dalam peraturan daerah nomor 4 tahun 2013 sudah ditetapkan jam buka tutup waralaba.

Sementara itu salah seorang warga, Asmani mengatakan, masih ada beberapa waralaba yang didesak untuk tetap membuka tokonya sampai larut malam. Hal itu dinilai merugikan dan menyalahi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

”Di daerah Kecamatan Menes, Alfamart dan Indomaret area koordinatornya memaksa karyawan untuk buka toko pukul 06.00 WIB dan tutup pukul 23.00 WIB. Hal itu sudah menyalahi peraturan dan merugikan pedagang kecil serta karyawan yang bekerja di toko tersebut. Itu di daerah Alun-alun Menes dan Cimanying juga,” tutur Asmani.

Hal hampir senada dikatakan Bupati Pandeglang, Irna Narulita. Menurut dia, hari biasa waralaba tidak diperbolehkan membuka toko sampai larut malam, kecuali saat hari besar. Ia akan membuat surat teguran melalui dinas perindustrian dan perdagangan terhadap waralaba tersebut.

”Sesuai dengan aturan Perda terdahulu nomor 4 tahun 2013, jam buka pukul 7.30-pukul 22.00 WIB, kecuali hari besar seperti lebaran dan tahun baru sampai pukul 23.00. Saya minta Disperindag dan ESDM agar koordinasi dengan Satpol PP untuk membuat surat teguran langsung ke waralaba yang melanggar aturan jam operasional,” tuturnya. (Ade Taufik/IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here