Tim Reaksi Cepat Evakuasi Korban Tsunami

PANDEGLANG, (KB). -Minggu (23/12/2018) pagi ini Tim Reakasi Cepat (RC) Kabupaten Pandeglang melakukan evakuasi korban akibat gelombang tsunami. Tim RC dipimpin langsung Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Diketahui, berdasarkan data Pemkab Pandgelang, sebanyak 33 orang meninggal dunia dan 379 dirawat ‎dalam insiden gelombang pasang terjadi di wilayah perairan Pandeglang, pada Sabtu (22/12/2018) pukul 21.30.

Dikabarkan, selain korban meninggal dunia dan luka-luka juga masih banyak korban yang menghilang tersapu ombak.‎ Berdasarkan data sementara dari pemerintah daerah menyebutkan, di Desa Cikondang 200 rumah rusak berat, 10 perahu rusak, satu orang meninggal dunia. Desa Teluk 1 orang meninggal dunia, 1 belum ditemukan, 200 rumah rusak berat dan 300 kapal nelayan rusak serta 60 warung kuliner roboh. Desa Karanganyar Labuan 40 perahu rusak.

Data korban di Puskesmas Carita terdapat 250 orang di rawat, 6 meninggal dunia, Puskesmas cigeulis 32 orang dirawat, Puskesmas Panimbang 32 orang dirawat dan 12 orang meninggal dunia. Sementara di Klinik Tanjung Lesung tercatat 19 orang dirawat, Puskesmas Labuan 50 orang dirawat dan dua orang meninggal dunia.

Puskesmas Cibaliung tercatat 70 orang dirawat 30 luka berat, 40 luka ringan. Puskesmas Sumur 6 orang meninggal dunia. Puskesmas Jiput 21 orang di Rawat, 1 orang meninggal dunia. Puskesmas menes 14 orang dirawat dan 2 orang meninggal dunia.

Korban meninggal dunia maupun yang dirawat akibat mengalami luka-luka ‎berasal dari daerah Carita, Labuan, Sumur, Panimbang, Cikeusik, Cibalung, Jiput dan Menes.

Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita mengatakan, tadi malam dirinya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung mengevakuasi korban bencana alam rob sekitar pukul 12.30 dinihari.‎

‎Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berzikir meminta doa keselalamatan kepada Allah SWT.
“Semoga bapak dan ibu diberi kesabaran dan ketabahan, ini ujian bagi kita semua, mudah – mudahan ada hikmah yang dapat kita ambil dalam setiap kejadian,” kata Irna kepada Kabar Banten, saat mengevakuasi korban di dua puskesmas, Carita dan Labuan.

Irna mengaku sudah murunkan lima loader dan lima exavator dibantu Provinsi Banten.‎ (Ade Taufik/KB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here