Tim Hi Link Untirta Berdayakan Warga Pandeglang

Dalam upaya memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Tim Hi-Link Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyerahkan bantuan mesin berkonsep Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Asih Bersama di Desa Pasirawi, Kecamatan Banjar, Kabuapten Pandeglang pada 21 Agustus 2017. Serah terima mesin disaksikan perwakilan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang.

Bantuan mesin  TTG ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing opak singkong yang diproduksi KWT Asih Bersama serta mengingkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pada 2017 ini, Untirta mendapatkan salah satu hibah Pengabdian Masyarakat, yaitu Program Hi-Link. Program ini dilandasi adanya kerja sama antara tiga unsur, yakni  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam hal ini Perguruan Tinggi, mitra industri, dan pemerintah paerah (pemda).

Program Hi-Link bersifat multi tahun dari  2017 sampai dengan 2019. Setiap tahun dilakukan monitoring dan evaluasi oleh berbagai pihak dan 2017 ini  merupakan tahun pertama program Hi-link diluncurkan. Tim Hi-Link Untirta beranggotakan empat dosen Untirta. Mereka adalah Putro Ferro Ferdinant, Nurul Ummi, Ade Irman Saeful  Mutaqin, dan Akbar Gunawan. Dalam menjalankan program Hi Link, Tim melibatkan juga mahasiswa serta bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang dan KWT  Asih Bersama .

Ada beberapa alas an Desa Pasirawi  Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang ditetapkan sebagai  lokasi kegiatan Hi Link 2017. Di antaranya, desa ini memiliki potensi sumber daya yang cukup. Luas lahan produksi singkongnya  relative luas, yakni mencapai sekitar 50 hektare. Jumlah tenaga kerja sekitar 100 orang dengan kapasitas produksi opak singkong mencapai 360.000 sampai dengan 540.000 kg per tahun. Selain itu, Desa Pasirawi merupakan salah satu daerah penghasil  opak singkong terbesar di Banten. Tema yang diusung dalam Program Hi-link tahun ini adalah “Pengembangan  Proses Produksi Aneka Olahan Singkong Melalui Implementasi Teknologi Mesin Giling, Mesin Pencetak, dan Vacuum Frying”.

Output program Hi-Link antara lain berupa penerapan teknologi pada industri  mitra yang didukung oleh penelitian lanjutan untuk menyempurnakan teknologi. Tujuan kegiatan Hi-Link untuk meningkatkan “capacity building” perguruan tinggi dalam penerapan teknologi  temuan perguruan tinggi yang dibutuhkan oleh industri dan masyarakat secara berkelanjutan dan institusional. Dengan demikian diharapan program ini bisa  memperkuat daya saing industri mitra dan tingkat kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat sekitar Pandeglang.

Beberapa kegiatan Hi-Link yang dilakukan tahun ini antara lain penyeragaman bahan baku, pengadaan mesin-mesin produksi seperti  mesin penggiling, mesin pencetak opak, mesin penggoreng, mesin pengemas, alat perebusan singkong, dan wadah kemasan. Di samping itu, Tim Hi-Link Untirta juga membangun rumah penjemuran dan pembuatan rak-rak penjemuran seluas lebih kurang 25 m2 untuk penjemuran opak mentah basah di Desa Pasirawi.  Tim juga meningkatan “capacity building” dalam bentuk pelatihan kepada masyarakat. Di antaranya pelatihan dan pendampingan proses produksi, pelatihan proses pengemasan, serta pelatihan aspek finansial dan ekonomi.

Selain itu dihasilkan juga diversifikasi produk opak singkong aneka rasa dan proses pendaftaran merek produk opak singkong. Hasil dari pengabdian ini akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding internasional dan jurnal nasional.Program Hi-Link ini diyakini akan berjalan baik dengan adanya kerja sama yang baik antara akademisi (perguruan tinggi), “bussines” (mitra industri) dan “government” (Pemerintah Kabupaten Pandeglang).*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here