Tim Gantole Banten Fokus di Dua Sistem pada Pelatda PON Papua

Tim Gantole Banten saat berlatih di Lapangan Lanud, Bandung, Jawa Barat.*

SERANG, (KB).- Tim Gantole Banten yang lolos pada Pekan Olah raga Nasional (PON) Papua sedang fokus pada dua sistem di program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), yakni sistem static towing dengan aero towing.

Hal tersebut disampaikan oleh asisten pelatih sekaligus merangkap atlet gantole Banten, Enoh Aji, untuk static towing membutuhkan tempat yang cukup luas. Sedangkan aero towing bisa di lahan yang tidak terlalu luas.

“Jadi untuk static towing di Banten kami kurang lahan, maka kami latihan di Bandung, tepatnya di Lanud Sulaiman,” ucapnya, Ahad (26/1/2020).

Setelah dua sistem tersebut diterapkan, lanjut Aji, baru kembali melatih dari sisi fisik atlet, mental, dan tekniknya.

“Kami sedang berjalan di dua sistem itu di Bandung sampai minggu besok, baru setelah itu dirolling antara melatih fisik, mental dan teknik,” katanya kepada Kabar Banten.

Aji mengaku, pihaknya pun menunggu keputusan dari Pengurus Pusat (PP) Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (FGPI) terkait dengan uji tes lapangan persiapan PON Papua.

“Karena gantole dan paralayang merupakan olah raga yang sangat ketergantungan terhadap cuaca. Maka, mau gak mau harus tes medan lapangan pada pertandingan nanti. Ditambah lagi kita semua tahu Papua merupakan daerah yang banyak dengan perbukitan, pasti angin di sana sangat berpengaruh,” ujarnya.

Aji berharap, minimal dari 7 atlet yang dibawa oleh (PGPI) Banten, 1 di antaranya berhasil mengamankan medali PON 2020 di Papua.

“Paling paitnya kami bisa mengamankan apa-apa yang diperoleh pas waktu di PON Jawa Barat,” tuturnya.

Senada dengan itu, manajer tim gantole Banten Dedi Rachman mengatakan, keberhasilan pihaknya meloloskan 4 atlet dari 7 atlet yang dibawa, dengan komposisi 4 atlet Program Jangka Panjang (PJP) atau squadron tim PON 2016 Jawa Barat dan 3 atlet non PJP.

“Kalau saya sih yang terpenting ada regenerasi atlet dalam cabor gantole dan paralayang ini agar terus eksistensi dalam prestasi,” kata Dedi menutup pembicaraan. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here