Tim Futsal Putra Banten tak Nyaman Berlatih Mandiri

SERANG, (KB).- Tim futsal putra Banten memang sudah meliburkan atletnya dan memakai sistem latihan mandiri, semenjak daerah Tangerang Raya diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Alasannya, hampir seluruh tim futsal Banten, baik pelatih dan atlet berasal dari Tangerang. Akibatnya membuat tak nyaman dalam kondisi latihan mandiri.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelatih Kepala tim futsal putra Banten, Afri Afdalah pada program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) dalam mempersiapkan ajang Pekan Olah raga Nasional (PON) XX 2020 Papua nanti.

Ia mengatakan, awal April pihaknya mulai latihan mandiri yang dilakukan dalam 1 hari sekali.

“Tapi saya akui beserta para staf di pelatih fisik, teknik, kiper dan atletnya sendiri tak nyaman apabila berlatih secara individual atau mandiri. Karena pastinya kurang akan pengawasan dan pengontrolan. Kalau cuma cabang olah raga (cabor) individu sih bisa lewat foto atau video. Tapi di cabor beregu rasanya sulit sekali,” ucapnya, Senin (20/4/2020).

Namun, Afri akan tetap mematuhi aturan pemerintah, meskipun hal itu baginya dirasa sulit.

“Kalau hanya jejeran pengurus Asosiasi Futsal Provinsi (AFP), pelatih dan staf kami menggunakan aplikasi zoom. Tapi kalau hanya controlling atlet kami pantau melalui sosial media WhatsApp,” tuturnya kepada Kabar Banten.

Ditanya soal persiapan, Afri menjelaskan, tahapan timnya yaitu sudah memasuki menjelang persiapan khusus.

“Seharusnya akhir April kami sudah bisa tahapan persiapan khusus (TPK) yang di dalamnya berbicara teknik, bukan fisik lagi. Namun karena ada wabah corona, kemungkinan akan mulur sampai Mei. Yang terpenting saat ini menjaga kondisi tubuh pemain agar sehat sentosa dan bugar,” ujarnya.

Untuk kerangka tim, Afri mengungkapkan sudah rampung dari awal tahun 2020.

“Masih dislot sama yang ikut pada Pra-PON. Tapi tersedia pula beberapa slot lagi kuota tim yang belum ditentukan. Karena tuan rumah belum memberikan informasi kuota yang diberikan kepada masing-masing daerah yang lolos seleksi. Pokoknya kami mau membawa 17 pemain,” tuturnya.

Afri berharap, dengan munculnya informasi PON XX 2020 Papua yang juga terdampak dari wabah virus Covid-19 tersebut yang mengakibatkan diundurnya event itu. Afri hanya bisa berdoa dan berusaha semaksimal mungkin untuk kemajuan olah raga futsal yang terbaik bagi Banten.

“Kalau bicara positif PON XX mundur dari sisi persiapan diuntungkan. Minusnya, finansial berkurang. Karena segala pos anggaran dialihkan. Itu saja,” ucapnya menutup pembicaraan. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here