Tim DVI Umumkan 7 Korban Lion Air JT 610, Warga Serang Teridentifikasi

JAKARTA, (KB).- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri kembali berhasil melakukan identifikasi terhadap 7 korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dari tujuh penumpang tersebut, satu di antaranya adalah Sahabudin, yang merupakan warga Desa Arjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Komandan Identifikasi Korban Bencana (DVI) Mabes Polri Komisaris Besar Polisi drg Lisda Cancer mengumumkan tujuh penumpang yang berhasil diidentikasi dari hasil sidang rekonsiliasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Rabu (7/11/2018). Hasil tersebut didapatkan setelah melakukan pencocokan data postmortem, antemortem. Setelah itu, tim DVI langsung melakukan sidang rekonsiliasi.

Penumpang yang berhasil diidentikasi adalah atas nama Sahabudin teridentikasi melalui sidik jari, Kasan teridentifikasi melalui sidik jari, Eling Sutikno teridentifikasi melalui sidik jari, AKBP Sekar Maulanateridentifikasi melalui sidik jari, dr Rio Nanda Pratama teridentifikasi melalui sidik jari, Radhika Widjaya teridentifikasi melalui DNA dan medis, dan Rafezha Widjaya teridentifikasi melalui DNA dan medis.

Lisda mengatakan, pihaknya telah menginformasikan temuan tersebut ke keluarga korban. Ia menambahkan, jenazah akan diserahkan ke keluarga, Rabu (7/11) malam. “Sidang rekonsiliasi hari ini DVI berhasil mengidentifikasi 7 korban penumpang Lion Air.”Sidang rekonsiliasi hari ini DVI berhasil mengidentifikasi 7 korban penumpang Lion Air,” ucap Lisda, dilansir Okezone.

Angka tersebut sesuai dengan jumlah manifes penumpang pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP itu. Seluruh pihak keluarga korban sampai saat ini juga sudah melakukan tes DNA. Selain itu, tim Trauma Healing yang disediakan oleh RS Polri hingga kini tercatat melakukan pendampingan psikologi kepada 164 orang.

Untuk diketahui, Warga Kompleks Perumahan Griya Cilegon, Blok C3, Nomor 13 RT 003/RW 003 Desa Arjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sahabudin, merupakan satu dari 189 penumpang Lion Air JT 610 yang mengalami kecelakaan. Sahabudin tercatat sebagai penumpang pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang tersebut.

Asisten rumah tangga korban, Idawati saat menunjukan foto almarhum Sahabudin melalui ponselnya.*

Sementara itu, pihak keluarga baru mendapat kabar Sahabudin telah teridentikasi jelang magrib. “Dapat kabarnya dari kepolisian dan pihak Lion air, Rabu (7/11/2018) sebelum magrib dapat telefonnya,” ujar asisten rumah tangga Korban, Idawati. Setelah mendapatkan informasi tersebut, istri korban, Rismayanti didampingi kakaknya langsung meluncur ke Jakarta. “Habis magrib langsung berangkat ke Jakarta. Ibu (Rismayanti) sekarang juga masih disana,” katanya.

Keberangkatan Rismayanti tersebut untuk menjemput sang suami. Kemungkinan almarhum akan sampai di rumah Kamis (8/11/2018) pagi. “Katanya mau dimakamkan di Cikande. Tapi sebelum itu mau dibawa ke rumah dulu di Griya Cilegon. Paling siang langsung dimakamkan,” tuturnya. Saat ini, kata dia, rumah korban sudah ramai oleh para kerabat dan tetangganya. Mereka sedang mengaji menunggu jenazah almarhum. “Sudah ramai dari Rabu (7/11/2018) sore di rumah juga,” ucapnya.

Sejak kepergian Sahabudin, duka mendalam masih dirasakan oleh anak keduanya, Bintang Rira Tama (12). Bahkan Bintang kerap menangis setiap hari. “Nangis terus dia, kasihan,” katanya. Ida menuturkan, keluarga berharap Sahabudin bisa ditemukan dalam kondisi selamat. Akan tetapi apa boleh buat jika memang Allah SWT sudah berkehendak, ujarnya. (SJ/DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here