Senin, 22 Oktober 2018

Tiga Terduga Teroris Ditangkap Di Tangerang

TANGERANG, (KB).- Tim Densus 88 mengamankan tiga orang terduga teroris di sebuah rumah di Jalan Gempol Raya RT 04/02 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (16/5/2018). Ketiga terduga teroris itu terdiri atas dua orang laki-laki dan seorang perempuan.

Pantauan Kabar Banten, Densus 88 Anti Teror mengamankan sejumlah barang bukti seperti telepon genggam dan buku. Berdasarkan informasi, Densus 88 berusaha menangkap terduga teroris berinisial MC dan GH. Mereka berdua diduga mengumpulkan dana untuk jaringan teroris dan pelatihan semi militer di Sukabumi, Jawa Barat.

Pengumpulan dana tersebut, dalam rangka perencanaan amaliyah kelompok JAD Jabodetabeka pimpinan KOS dan DS. Kelompok tersebut juga diduga merencanakan amaliyah menggunakan senjata tajam dan panah yang dilengkapi bom serta pisau komando di sejumlah markas dan pos polisi di Bogor, Bandung, Jakarta, dan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Polisi Harry Kurniawan, yang ditemui di lokasi membenarkan hal tersebut dan hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Setelah menggerebek kontrakan di Jalan Raya Gempol, Kampung Kunciran, polisi langsung bergeser menuju lokasi kedua.

Rumah kedua yang digerebek berada di Kunciran Mas Permai, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. “Iya ini lokasi yang kedua,” ujar Kapolsek Cipondoh, Kompol Sutrisno. Menurut Sutrisno, polisi menggeledah lokasi pertama sekitar pukul 11.30 dan berhasil mengamankan terduga teroris.

“Yang pertama ada, ada yang diamankan. Tapi yang kedua belum, belum tahu,” ucap Kapolsek. Selanjutnya, sekitar pukul 14.00, polisi pun bergeser ke lokasi kedua. Hingga kini, dua lokasi tersebut masih dijaga ketat oleh pihak kepolisian bersenjata lengkap.

Berprofesi tukang jahit

Terduga teroris yang diamankan melalui penggerebekan Densus 88 di Pinang Kota Tangerang diketahui berprofesi sehari-harinya sebagai tukang jahit. Warga mengenalnya sebagai tukang jahit dan tidak mengetahui jika ada keterlibatan dengan teroris bahkan ikut terlibat memberikan pelatihan.

Sejumlah warga Kampung Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, juga telah menaruh curiga terhadap terduga teroris yang diamankan Tim Densus 88. Sebab, warga sering melihat aktivitas salah satu terduga teroris selalu bolak-balik bawa koper.

“Yang dibawa polisi tadi ada tiga. Suami dan istri dan seorang pria. Semuanya tukang jahit,” ujar Dewi Sari, warga yang tinggal di samping lokasi. Seorang suami atau pemilik bisnis konveksi yang dimaksud Dewi adalah bernama Cohir.

Akan tetapi, Dewi tak menaruh curiga terhadap suaminya. Namun yang dia curigai adalah istrinya. “Kalau yang perempuan saya enggak tahu namanya, soalnya baru seminggu ini aktif di sini tapi dia sebelumnya sering datang jadi kalau keluar bawa koper dua gede-gede,” ucapnya.

Dewi menuturkan, penampilan perempuan tersebut sangatlah tertutup atau menggunakan cadar.”Saya curiganya yang ceweknya, pakai cadar kan terus sering bolak-balik bawa koper pakai motor Vario. Jadi kan kaya bawa sesuatu gitu,” ucapnya.

Sesaat tim densus melakukan penangkapan terhadap tiga orang tersebut, para warga mendengar suara tembakan di lokasi. “Dia sempat ngelawan, jadi ada suara tembakan gitu. Sempat lari-larian. Terus saya disuruh pergi sama polisi,” ucapnya.

Menurut warga lainnya, Parman, ketiga terduga teroris itu baru enam bulan tinggal di kontrakan tersebut. “Orang di rumah itu sudah mengontrak selama enam bulanan. Kami tak tahu kalo kemudian ada kaitan dengan teroris,” tutur Parman warga setempat.

Tinjau lokasi

Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang, M Yusuf langsung mendatangi lokasi penggerebekan teroris di Jalan Raya Gempol, Kampung Kunciran, RT 04/02, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (16/5/2018).

Pada kesempatan ini, Yusuf mengatakan, warga tak perlu heboh dan khawatir terhadap penggerebekan tersebut. “Masyarakat tetap tenang karena ini sudah ditangani oleh aparat keamanan, jadi tidak perlu terlalu berlebihan asumsinya,” ujarnya.

Menurut Yusuf, insiden penggerebekan tersebut masih dalam pengembangan tim Densus 88 sehingga dirinya tak mengetahui detail. “Baru saya tahu kejadian ini. Infonya tadi saya lihat ada beberapa lokasi yang dilakukan penggerebekan dan masih pengembangan aparat keamanan,” ucapnya.

Sebelum ada insiden penggerebekan ini, dirinya juga telah mengimbau seluruh camat dan lurah di lingkungan Kota Tangerang untuk selalu memantau situasi wilayahnya. “Kita sudah kumpulkan, untuk sering turun ke lapangan untuk melihat situasinya masing-masing sehingga masyarakat tetap tenang,” imbuhnya. (DA)*


Sekilas Info

Honorer di Kabupaten Tangerang Tuntut Kenaikan Upah

TANGERANG, (KB).- Ratusan guru honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tangerang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *