Tiga Kurir Narkoba Terancam Hukum Mati

Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana beserta jajaran menunjukan barang bukti 150 kg ganja saat ekpose di gedung BNNP Banten, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (18/7/2019).*

SERANG, (KB).- Tiga orang kurir narkoba jenis sabu dan ganja jaringan Aceh, terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Hal tersebut, setelah petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menciduk mereka di dua tempat berbeda saat mengangkut barang haram tersebut.

Diketahui, BNN mengamankan 3 orang kurir berinisial MN (39), FN (29), dan IG (44). Ketiganya disangkakan telah melanggar pasal 114 ayat (2) dan pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ini tangkapan terbesar kedua kami setelah kemarin kami juga berhasil mengamankan 300 kilogram lebih melalui jasa ekspedisi. Para tersangka ini diancam hukuman semur hidup sampai hukuman mati,” kata Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana saat ekspose kasus di kantor, Kamis (18/7/2019).

Ia menjelaskan, tersangka MN atau Nasir ditangkap saat berada di Pelabuhan Merak pada Sabtu (6/7/2019) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, warga Kramatjati, Jakarta Timur tersebut, diciduk petugas usai mengangkut 5,2 kilogram dari wilayah Aceh menggunakan kendaraan Mitsubishi Grandis warna hitam nopol B 1036 FFG.

Petugas BNN berhasil menemukan barang bukti sabu yang diangkut MN, setelah membawa kendaraan tersangka ke sebuah bengkel di wilayah Cipocok Jaya, Kota Serang. Rencananya, MN akan membawa barang haram tersebut, untuk diedarkan ke wilayah Jakarta.

“Tersangka berhasil kami amankan di Merak. Tapi, karena saat itu kendarannya masih dalam kondisi tertutup, akhirnya kami geledah ke bengkel di Kota Serang. Dari sana, kami menemukan 5,2 kilogram sabu yang disimpan di tangki mobil yang telah dimodifikasi oleh tersangka,” ujarnya.

I menuturkan, pengungkapan narkoba jenis sabu seberat 5,2 kilogram tersebut, dikirim oleh seseorang dari negara Malaysia melalui Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Setibanya di Aceh, barang haram tersebut, kemudian diangkut dengan kendaraan melalui jalur darat hingga ke Pelabuhan Merak. “Sabunya tetap masuk melalui Aceh setelah melalui pengiriman dari Malaysia,” tuturnya.

Selain MN, dua tersangka lain berinisial FN dan IG juga terancam hukuman penjara seumur hidup. Kedua kurir ganja tersebut, sebelumnya berhasil dibekuk oleh petugas BNN saat berada di Jalan Husain Sastranegara, Kecamatan Benda, Kota Tangerang pada Kamis (11/7/2019).

Ia mengatakan, dua kurir ganja tersebut, diamankan setelah terdeteksi oleh petugas BNN sedang membawa narkoba seberat 150 kilogram. Untuk mengelabuhi petugas, mereka menyembunyikan ratusan kilogram ganja tersebut, di dalam bagasi mobil Toyota Camry yang sebelumnya telah dimodifikasi.

Hal tersebut juga berasal dari Aceh. Dikirimnya dengan mengubah rute yang biasa menyeberang melalui Merak, dia ubah melalui Palembang, terus ke Bangka Belitung dan tiba di Tanjung Priok,” katanya.

Dengan adanya penangkapan tersebut, dia menyebutkan, bahwa Banten bukan hanya sebagai target peredaran dan jalur lintasan narkoba. Wilayah Banten, ucap dia, dijadikan tempat transit sekaligus produksi narkoba.

“Jadi, Banten itu bukan saja wilayah edar dan lintasan. Bisa juga tempat transit dan wilayah produksi dari sekian banyak tangkapan. Barangnya juga bisa diedarkan di wilayah kami dan bisa diedarkan ke wilayah lain,” ujarnya. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here