Tiga Kali Ganti Bupati, Jalan Sodong-Kadumula Tetap Rusak

Progam pembangunan infrastruktur jalan kecamatan dan desa di wilayah Selatan Pandeglang masih menjadi isu seksi di kalangan masyarakat. Sebab, warga mengakui sampai sekarang masih sangat mendambakan pemerataan pembangunan jalan sebagai sarana transportasi yang dapat menopang perekonomian masyarakat.

Kali ini muncul ke permukaan soal isu Jalan Sodong-Kadumula, Kecamatan Picung yang diaspirasikan oleh warga dari sembilan desa Kecamatan Picung di Ruang Komisi III DPRD Pandeglang.

Dalam dengar pendapat tersebut terungkap ruas jalan sepanjang 6 kilometer Kadumula-Kadubera kondisinya rusak berat. Bahkan sudah tiga kali ganti bupati mulai periode Dimyati, Erwan dan Bupati Pandeglang sekarang Irna Narulita, kondisi jalan tersebut tetap rusak.

Dalam pertemuan sembilan perwakilan desa yang menamakan Pemuda Picung dikomandoi oleh Agus Leo. Mereka diterima Wakil Ketua Komisi III DPRD Pandeglang Iing Andri Supriadi dan dua anggotanya Yangto dan Fikri Pebriansyah.

Dalam kesempatan itu, seorang perwakilan dari pemuda Picung, Agus Leo menuturkan, Jalan Kadumula-Kadubera sepanjang 6 kilometer belum pernah tersentuh kue pembangunan. Meski sudah tiga kali ganti camat, tiga kali ganti bupati janji pembangunan jalan yang disampaikan dalam setiap Musrenbang belum juga teralisasi.

“Kami minta DPRD Pandeglang agar mendorong program pembangunan Jalan Kadumula-Kadubera, Picung. Saya melihat sejak kehadiran DPRD sudah satu periode, bupati pun hampir selesai, namun pembangunan di Picung terkesan stagnan. Kami hadir di sini hanya ingin di tahun 2020 dapat merasakan jalan yang layak untuk dipakai. Jalan Kadumula ini akses pendidikan, akses ekonomi. Ketika jalan bagus produk lokal akan berkembang. Tetapi dengan jalan rusak, petani dan warga saat ini mengalami kesulitan,” kata Agus Leo.

Selain itu, Agus berharap dan meminta DPRD bisa menjadi mata dan menjadi rasa untuk kami dalam mewujudkan pembangunan Jalan Sodong-Kadumula. Kedatangan warga ke desa tidak minta apa-apa, namun hanya ingin melihat Jalan Kadumula-Kadubera bisa layak dilintasi kendaraan.

Sementara itu, warga lainnya Ade Emon Muandar mengatakan, sejak periode Bupati Erwan dan sekarang Bupatinya Irna, kondisi jalan tersebut masih rusak. Ia menilai, akibat jalan rusak, apapun potensi di daerah akan buruk dan sulit maju.

“Picung jangan ditinggalkan, karena Picung juga ingin maju. Tetapi desa-desa di Picung sangat ketinggalan, sedangkan di kecamatan tetangga (Sindangresmi) jalannya sudah bagus. Kepada siapa lagi kami mengadu, kalau bukan ke Bapak-bapak Dewan. Memang benar pada tahun 2018, usulan jalan itu masuk dalam Murenbang, tetapi realisasinya sampai sekarang tidak ada,” ujarnya.

Hal hampir senada dikatakan Saman. Menurut dia, sebetulnya warga tidak muluk-muluk menyampaikan aspirasi pembangunan jalan ke DPRD. Tidak perlu semuanya dibangun, namun warga ingin dalam satu tahun minimal jalan itu dibangun sepanjang 1 kilometer.

“Saya rasa kalau dari dulu direalisasikan seperti itu rasanya pembangunan jalan itu seharusnya sudah selesai sekarang. Tetapi, karena dari dulu belum pernah dibangun sampai sekarang jalan itu tetap rusak,” ucapnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Wakil Ketua Komisi III DPRD Pandeglang Iing Andri Supriadi menuturkan, sebetulnya pemerintah tidak menganaktirikan soal pembangunan di Picung. Sebab, tahun 2019 kemarin ada pembangunan jalan di Kecamatan Picung.

“Saya harap jangan merasa dianaktirikan, karena sudah ada program pembangunan yang digulirkan ke Picung. Mungkin tahun 2021, kami akan prioritaskan jalan itu dengan proyeksi anggaran Rp 4 miliar. Jadi tolong juga, karena ini ada sisi politik, angkat suara di sana. Tetapi, kami akan perjuangkan pembangunan jalan itu tahun 2021,” tuturnya. (Endang Mulyana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here