Minggu, 21 Oktober 2018
Wakil Wali Kota Serang bersama DPRD Kota Serang saat melakukan penandatanganan tentang Raperda tentang Perubahan atas Perda Kota Serang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah di Ruang Paripurna Kota Serang, Rabu (25/4/2018).*

Tiga Jenis Retribusi Di Kota Serang Dihapus

SERANG, (KB).- Tiga jenis retribusi daerah di Kota Serang dihapus. Tiga retribusi tersebut, yaitu retribusi pergantian biaya cetak KTP dan akta kelahiran, pengendalian menara telekomunikasi, dan izin gangguan. Hal tersebut berdasarkan draf Raperda tentang Perubahan atas Perda Kota Serang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah.

Ketua DPRD Kota Serang, Namin menuturkan, penghapusan ketiga retribusi dilakukan, karena menyesuaikan peraturan perundang-undangan di atasnya. “Dengan sudah dihapuskannya ini, maka tidak boleh lagi ada pungutan,” katanya seusai rapat paripurna di DPRD Kota Serang, Rabu (25/4/2018).

Selain itu, ada dua retribusi yang ditambahkan dalam raperda tersebut, yaitu pelayanan tera/tera ulang dan perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). Selain itu, tarif sejumlah retribusi juga mengalami penyesuaian yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Penyesuaian tersebut beragam mulai dari 25 persen sampai 50 persen.

“Meskipun penyesuaian ini akan berdampak pada meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD), tapi hal itu tak menjadi tujuan utama. Sebab, retribusi itu untuk mengganti anggaran pelayanan yang dikeluarkan Pemkot Serang. Apalagi, honor para operator yang notabenenya adalah tenaga magang sudah dianggarkan. Kami sudah memberikan perhatian, meskipun memang tentu belum sempurna, karena anggaran yang ada terbatas,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Serang, Sulhi Choir menjelaskan, usulan jenis retribusi baru, yaitu retribusi perpanjangan IMTA berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2012 tentang Retribusi Pengendalian Lalu Lintas dan Retribusi Perpanjangan IMTA. Retribusi tersebut dipungut atas pelayanan IMTA kepada pemberi kerja TKA.

Perubahan yang ditetapkan dalam raperda tersebut, berkaitan dengan jenis retribusi, cara mengukur tingkat penggunaan jasa retribusi, struktur dan besarnya tarif retribusi, yang dalam landasan sosiologis dapat ditinjau paling lama tiga tahun sekali. “Inti dari hasil pembahasan perubahan atas perda dimaksud, adalah terkait beberapa penghapusan dan penambahan pada beberapa jenis retribusi. Hal ini untuk menyesuaikan aturan yang ditetapkan beberapa waktu terakhir ini,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dihapusnya retribusi penggantian biaya cetak KTP dan akta catatan sipil, karena disebutkan dalam UU Nomor 24 Tahun 2013, di mana pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil tidak dikenakan biaya. Sementara, adanya retribusi baru untuk pelayanan tera/tera ulang yang didasarkan pada UU Nomor 28 Tahun 2009 dan UU Nomor 23 Tahun 2014. “Retribusi ini dipungut atas pelayanan pengujian alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya, serta pelayanan pengujian barang dalam keadaan terbungkus,” tuturnya.

Selanjutnya, berdasarkan putusan MK tentang Pasal 124 UU Nomor 28 Tahun 2009 juga menyebabkan dihapuskannya retribusi pengendalian menara telekomunikasi serta tarif pada retribusi izin gangguan.
“Kemudian, perubahan tarif terjadi untuk retribusi pemakaian kekayaan daerah dan retribusi izin mendirikan bangunan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Bambang Janoko mengatakan, raperda tersebut menyesuaikan kondisi saat ini. “Memang ada peningkatan. Menambah PAD dengan adanya perubahan tarif ini,” ujarnya. Apalagi, ucap dia, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang hanya Rp 150 miliar, sedangkan 85 persen APBD Kota Serang dari pemerintah pusat. Namun, dengan adanya penyesuaian tarif, maka PAD dapat meningkat. Sebab, tahun lalu, dari target Rp 150 miliar, realisasinya lebih dari Rp 200 miliar. (TM)***


Sekilas Info

Melalui Baznas Banten, Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Bantu Korban Bencana di Sulawesi Tengah

SERANG, (KB).- Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Kota Serang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *