Tiga Bulan Pencarian, BPCB Akhirnya Temukan Dinding Srimanganti

Setelah tiga bulan melakukan ekskavasi (penggalian), Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten banyak menemukan benda cagar budaya, di antaranya dinding dari Srimanganti, fondasi keraton hingga temuan lepas lainnya berupa keramik dan berbagai mata uang peninggalan Cina hingga Belanda.

Penanggung Jawab Pengupasan Kegiatan Ekskavasi BPCB Mimi Lumbiyantari mengatakan, belum lama ini timnya telah menemukan dinding bagian dalam Srimanganti. Namun, masih dalam dugaan, karena masih membutuhkan analisis dan kajian secara mendalam terhadap temuan tersebut.

“Kalau Srimanganti, kemarin itu kami temukan diduga dinding bagian dalam. Kemudian, ada pintu gerbang Srimanganti dan bekas lantai. Temuan itu juga, dugaan saat ini merupakan benda yang sejak dulu tidak berpindah tempat atau masih di tempat semula, sejak masanya hingga hari ini. Baru dinding saja,” katanya, Ahad (15/9/2019).

Ia menjelaskan, selama melakukan ekskavasi di Halaman Keraton Surosowan, banyak temuan benda cagar budaya. Salah satunya sebuah batu berbentuk segi empat dengan diameter sekitar satu meter lebih. Saat ini dugaan sementara, benda tersebut disebut dengan Yoni.

Sebelumnya, benda tersebut, diduga tambatan perahu, karena berada tak jauh dari kanal. Namun, setelah dilihat dan diamati, pihaknya kembali menduga kalau itu adalah Yoni. Sebab, terdapat ukiran dan memiliki lubang di tengah bagian atas. Mirip seperti Yoni yang merupakan pasangan Lingga.

Lingga-Yoni tersebut merupakan lambang kesuburan. Biasanya, diletakkan di wilayah pertanian atau pemujaan para petani pada masa itu. “Dugaannya adalah tambatan perahu, tapi dugaan yang terbaru itu adalah Yoni. Karena, kalau tambatan perahu kok ada motifnya raya, jadi ada semacam relief. Kemudian, batunya juga bukan andesit, tapi metamorf, tidak keras,” ujarnya.

Pelaksana Lapangan dari BPCB Banten Yanuar Mandiri menjelaskan, ada beberapa bagian dari Srimanganti yang telah diketemukan, seperti gerbang, dinding, dan lantai Srimanganti, serta struktur fondasi Keraton Surosowan. “Tapi itu masih dugaan, karena kami perlu ada kajian dan analisa terkait penemuan-penemuan itu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, ada banyak pipa cangklong buatan Eropa yang ditemukan oleh timnya. Ada beberapa dugaan terkait penemuan benda tersebut, di antaranya salah satu bangunan di halaman keraton diduga merupakan gudang penyimpanan cangklong atau bahkan, ada ruangan khusus untuk tamu atau tempat merokok yang disediakan sultan pada masa itu. (Rizki Putri/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here