Selasa, 11 Desember 2018

Tidak Ingin Revisi Target RPJMD, Bupati Serang Ultimatum OPD Kejar Target

SERANG, (KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengultimatum seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Serang, agar mengejar target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), sehingga tercapai di dua tahun sisa periodenya. Ia meminta OPD membenahi data untuk program kerjanya, sehingga benar-benar valid dan terukur capaian targetnya.

Hal tersebut dilakukan, karena pihaknya tidak akan melakukan revisi atau menurunkan target RPJMD. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Forum Gabungan Perangkat Daerah Kabupaten Serang 2018 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, dalam rangka mengawal sinergitas program dan kegiatan perangkat daerah Kabupaten Serang 2018. Kegiatan digelar di Aula Tubagus Suwandi, Senin (12/3/2018).

“Saya menegaskan ke OPD, bahwa kami harus konsisten dengan apa yang ditetapkan di RPJMD dan RPJMD akan tercapai, kan kumpulan dari kerja kami setiap tahun, ini yang pegang kendali kan di OPD, jadi jangan sampai keluar dari sana (RPJMD),” katanya. Ia menuturkan, untuk mencapai target RPJMD tentu dasarnya, yaitu data yang valid atau sesuai di lapangan. Ketika data salah kebijakan juga akan salah, tetapi ketika data benar capaiannya bisa diukur. Makanya, ditekankan ke OPD datanya harus valid.

Program yang dibuat dasarnya data. Jika data salah, maka kebijakan program akan salah. “Seperti di Disdikbud saja, untuk data ruang kelas rusak, dua tahun lalu, ketika saya dan wakil duduk dilantik jumlahnya sekitar 1.000-an ruang kelas, kan kami sudah berjalan dua tahun kok masih 1.000, kami mempertanyakan data dua tahun lalu bagaimana. Kalau sampai tahun ini datanya tidak pernah valid ya prediksi kami untuk capaian di akhir periode saya juga akan kacau,” ujarnya.

Di rencana awal, ucap dia, untuk perbaikan ruang kelas rusak sudah dibagi habis setiap tahun selama periodenya, tetapi ternyata masih ada 1.041 ruang kalas, untuk itu datanya harus divalidasi Disdikbud, kemudian diatur kembali dengan sisa waktu yang tinggal dua tahun periodenya. “Tadi dari kabid SD menyampaikan, bahwa ada dari DAK, di 2018 yang belum terekap 98 ruang kelas, jadi dipastikan sisanya berapa, karena saya ingin di dua tahun ini diselesaikan, dibagi tiga sumber anggaran dari DAK, APBD, dan bantuan provinsi,” tuturnya.

Ia menekankan ke OPD untuk turun ke lapangan, melihat langsung kondisi di lapangan. “Ajak camat dan UPT pendidikan, jadi datanya sebenarnya berapa. Validasi data ini harus secepatnya, karena kami berlomba dengan penganggaran,” katanya. Ia mengatakan, pihaknya telah menentukan target di RPJMD. Oleh karena itu, dia tidak ingin ada revisi RPJMD, untuk menurunkan target.

“Kalaupun tidak tercapai ya harus terima semua, bahwa ini tidak tercapai tidak mau saya target diturunkan seolah-oleh kami capaiannya tinggi di akhir periode. Jadi, saya genjot ke OPD dua tahun akhir ini harus maksimal mereka. Saya gak mau ubah target RPJMD. Tidak akan pernah ada revisi target. Itu sama dengan membohongi diri sendiri. Jadi, jangan pernah berpikir ada revisi target RPJMD, tidak akan pernah ada,” ujarnya.

Menurut dia, jika mau betul-betul tercapai RPJMD, OPD harus mati-matian dua tahun ini. Selama anggaran bisa diefektifkan, programnya tidak acak-acakan, yakin akan tercapai. “Jangan sampai kami punya uang sedikit, tapi peruntukkannya gak efektif. Kan targetnya juga sudah dijelaskan, ke situ saja gak usah mikir ke mana-mana, soal studi banding juga gak boleh kecuali studi tiru yang terkait dengan skala priotas boleh,” ucapnya. (YY)***


Sekilas Info

RSUD Kota Serang Siap Kerja Sama dengan BPJS

SERANG, (KB).- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Toyalis mengatakan, pembangunan tahap kedua Rumah Sakit Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *