Tidak Hanya Guru Madrasah Diniyah, Penerima Insentif Diperluas

SERANG, (KB).- Rencana pemberian insentif untuk guru mengaji di Kota Serang merupakan perluasan dari program sebelumnya yang menggunakan mekanisme hibah. Sebab, sebelumnya insentif hanya diberikan kepada guru madrasah diniyah.

“Kalau pak wali kota itu ingin memperluas. Jadi, bukan hanya guru diniyah saja, tapi juga guru-guru ngaji biasa. Cuma kan tetap saja harus diverifikasi juga. Apa benar guru ngaji sudah ada anak didiknya atau dia sudah masuk ke guru diniyah yang sudah diberikan honor,” kata Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Poppy Nopriadi, Selasa (11/12/2018).

Menurut dia, bantuan insentif untuk guru mengaji bisa melalui mekanisme hibah dan kegiatan. Selama ini, tutur dia, guru mengaji yang sudah menerima bantuan tersebut, sekitar 3.000 orang. Ke depan, ucap dia, pemkot mendata kembali dan konfirmasi ke Kementerian Agama (Kemenag), untuk validasi data, agar tidak ada penerima ganda.

“Pak wali kota ingin mengakomodir guru ngaji yang memang ada muridnya, tapi yang belum terakomodir bantuan dari pemkot. Sementara ini, masih melalui hibah. Kan kalau pemkot gak bisa ngasih honor tiba-tiba ke orang-orang. Kalau gak melalui kegiatan melalui hibah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya bantuan insentif tersebut, digelontorkan melalui hibah ke Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), untuk selanjutnya disalurkan ke penerima. Menurut dia, tahun depan bantuan insentif tersebut, dianggarkan sebesar Rp 5,75 miliar.

“Sementara, pemkot itu sudah memberikan untuk guru ngaji diniyah, karena sebetulnya guru diniyah dan guru ngaji bakda Magrib itu kadang orangnya itu-itu saja. Jadi itu harus ada kehati-hatian soal pendataannya,” katanya.

Wali Kota Serang, Syafrudin menyatakan, untuk insentif guru ngaji tersebut, akan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal). Selain itu, mekanisme penyalurannya akan berubah dari hibah menjadi kegiatan. “Insentif guru ngaji sudah kami canangkan, tinggal perwal yang belum. Kayaknya ada perubahan mekanisme, karena bukan hibah nanti itu (bentuknya) kegiatan,” ujarnya.

Sementara, untuk jumlah penerima insentif tersebut, menurut dia, akan ada pendataan dari leading sector terkait. “Itu nanti ada leading sector yang mendata, jumlahnya saya belum tahu, baru dua hari kan (berdinas),” ucapnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here