Selasa, 21 Agustus 2018

Tidak Hadiri Mediasi Bersama Opang, Gojek Terancam Sanksi

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengancam akan memberikan sanksi tegas terhadap manajemen Gojek. Sebab, manajemen Gojek tidak mengindahkan undangan pemerintah daerah sebagai upaya untuk mendamaikan Gojek dan ojek pangkalan (opang) melalui jalur mediasi di Aula Gedung Pemkot Serang, Kamis (2/11/2017).

“Intinya (manajemen Gojek) enggak menghargai kami. Kami akan memberikan langkah tegas pada mereka kalau tidak menghargai kami. Nanti (jenis sanksi) akan dibahas bersama dengan kepolisian. Kami akan rumuskan (jenis sanksi),” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Revri Aroes, Kamis (2/11/2017).

Sedianya, opang dan manajemen Gojek akan melakukan mediasi bersama dengan Polres Serang Kota, Dishub Banten, Dishub Kota Serang, dan Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman yang diwakilkan Asda I Setda Kota Serang, Nanang Saefudin. Namun, dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, manajemen Gojek tidak kunjung hadir. Mediasi antara kedua belah pihak juga buntu. “Nanti akan diagendakan kembali (pertemuan kedua),” ujarnya.

Pemerintah daerah, ucap dia, akan memberikan dispensasi kepada manajemen Gojek dengan akan melakukan undangan sekali lagi. Namun, apabila manajemen Gojek mangkir, maka pihaknya akan mengambil sikap. “Kamis (akan diundang kembali),” tuturnya. Ia menuturkan, penyelesaian konflik antara opang dan ojek daring di Kota Serang akan menjadi role model daerah lain di Provinsi Banten.

Oleh karena itu, setelah terjadi islah, pihak Dishub Banten akan membuat payung hukum, agar ditindaklanjuti di setiap daerah dalam mengatur moda transportasi roda dua tersebut. “Kami akan selesaikan di kota dulu (Kota Serang). Tapi, ini tetap menjadi kewengan kabupaten dan kota. Kami akan bikin payung hukumnya supaya menjadi dasar hukum bupati dan wali kota untuk mem-follow up-nya (tindak lanjut),” katanya.

Asda I Setda Kota Serang, Nanang Saefudin menyayangkan manajemen Gojek tidak menghadiri mediasi tersebut. Menurut dia, Pemkot Serang telah berupaya mendamaikan kedua belah pihak. Namun, karena sikap manajemen Gojek tidak menghadiri undangan, membuat kesepakatan damai belum menemui titik terang. “Tidak hadirnya belum jelas seperti apa (alasannya), padahal surat sudah seminggu yang lalu (dikirim). Kasihan teman-teman ojek pangkalan yang sudah hadir,” ujarnya.

Dalam menengahi konflik tersebut, pihaknya akan membuat draf atau konsep islah. Opang sendiri telah mengajukan nota islah dengan beberapa poin kepada Pemkot Serang. “Wajarlah opang punya pendapat, nanti keinginan Gojek dan opang kami padu padankan,” ucapnya.

Tidak dapat izin pusat

Sementara itu, Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin telah mengonfirmasi manajemen Gojek. Ia mengatakan, alasan manajemen Gojek di Kota Serang tidak hadir harus mendapat izin dari pihak Kantor Gojek Pusat di Jakarta. “Katanya harus ada izin dari pusat. Saya tidak tahu ini ketentuan baku atau tidak. Ini persoalan nasional sangat disayangkan kalau mereka tidak peka,” ujarnya.

Dengan sering terjadinya gesekan antara opang dan Gojek, manejemen Gojek pusat seharusnya jemput bola dan lebih peka dalam menyelesaikan setiap konflik yang ada di daerah. Apabila konflik tersebut dibiarkan, tentunya dapat menimbulkan perbuatan yang melawan hukum. “Saya juga positive thinking saja, mungkin mereka ada kegiatan penting yang sedang ditangani pusat. Saya harap, ada pertemuan selanjutnya, agar ada titik terang,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Paguyuban Pengemudi Ojek Pangkalan Se-Kota Serang, Amrul menuturkan, pihaknya berharap, pada pemerintah daerah untuk meberikan solusi terkait keberadaan Gojek yang beroperasi di Kota Serang. “Saat ini, pemerintah harus tegas menyikapi persoalan antara Gojek dan opang. Sebab, sejauh ini opang dan Gojek sering terjadi gesekan setiap hari. Maka dari itu, kami minta, agar pemda untuk dapat mengambil sikap yang tegas, supaya keberadaan opang dan Gojek bisa kondusif,” tuturnya. (FI)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *