Tidak Diikuti Perawatan Berkelanjutan, Penataan Kawasan Banten Lama tak Tuntas

Kawasan Kesultanan Banten

Gubernur Banten Wahidin Halim menyebut, OPD terkait tidak tuntas dalam penataan Banten Lama. Hal tersebut dilihat dari banyaknya laporan masyarakat mengenai kondisi Kawasan Banten Lama yang kumuh dan terkesan tidak terawat saat dikunjungi selama libur Lebaran 1440 Hijriah.

“Banten Lama yang dibangun dengan anggaran cukup besar hingga ratusan miliar harusnya juga dirawat dan dipelihara dengan baik. Itu baru yang namanya pembangunan berkesinambungan, jangan setelah selesai dibangun lalu ditinggal tidak dipelihara,” kata gubernur saat sambutan dalam apel dan halalbihalal di Lapangan Setda Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (10/6/2019).

Kondisi Banten Lama yang kumuh saat dikunjungi libur lebaran merupakan akibat dari tidak dilakukannya pembangunan secara tuntas, yakni dengan perawatan secara berkelanjutan oleh OPD pelaksana penataan kawasan yang juga eks Kesultanan Banten ini.

Padahal, lanjut dia, dalam rangka mewujudkan hasil pembangunan yang berkesinambungan bagi masyarakat Banten, OPD di Pemprov Banten harus dapat melaksanakan setiap pekerjaan secara tuntas. Tidak hanya dalam penataan Banten Lama, pembangunan secara tuntas juga berlaku pembangunan infrastruktur.

Pria yang akrab disapa WH ini mencontohkan ketika berjuang menertibkan dan membersihkan pasar dan kawasan-kawasan kumuh di Kota Tangerang saat masih menjabat Wali Kota Tangerang. Ia bahkan harus mengemudikan sendiri mobil pengangkut sampah ke kawasan tersebut hingga kembali bersih.

Terkait kebiasaan masyarakat, pria yang juga mantan Anggota DPR RI mengaku bukan hal yang mudah untuk mengubahnya. Akan tetapi, kegigihannya saat menjadi wali kota membuahkan penghargaan Adipura dari Presiden RI.

“Bukan dilihat dari penghargaannya, tapi mengubah kebiasaan masyarakat yang dulu kurang peduli menjadi lebih peduli. Dan saya yakin masyarakat Banten baik-baik dan mau bersama-sama membangun Banten lebih baik, tinggal kita sebagai agennya yang harus mampu memberi supporting dan contoh,” ucapnya.

Ia meyakini, dengan semangat bersama yang dibangun untuk mewujudkan kawasan yang lebih bersih, nyaman, aman dan indah, pemeliharaan akan terlaksana secara berkesinambungan baik dari pemerintah sebagai fasilitator juga dari masyarakat sebagai pengguna.

“Ayo singsingkan lengan baju kita, dan bersama-sama memelihara dan merawat hal-hal yang sudah kita kerjakan dengan baik agar nilai manfaatnya dapat terus dirasakan hingga anak cucu kita nanti,” ujarnya. (Sutisna)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here