Rabu, 21 Februari 2018

Tiap Tahun, UMKM Tumbuh Pesat

SERANG, (KB).- Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang menyebutkan, bahwa setiap tahun jumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Serang terus bertambah. Hal tersebut salah satunya, karena adanya program pengembangan wirausaha baru dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang diberikan melalui Diskoperindag.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang, Abdul Wahid mengatakan, setiap tahun pihaknya melatih sebanyak 50 UMKM. Program tersebut termasuk dalam program rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).  “Jadi, ada wirausaha baru yang kami bina tiap tahunnya. Makanya bertambah terus,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (11/2/2018).

Ia menjelaskan, perkembangan UMKM terjadi di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang. Perkembangannya terus dipantau, salah satunya dengan mengukur omzet UMKM tersebut. Jika omzetnya meningkat, maka pertumbuhan UMKM tersebut baik. UMKM bergerak di berbagai bidang. Bahkan, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) juga memiliki UMKM binaan, di antaranya Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan yang membina UMKM bidang olahan ikan.  “Nah itu mereka bina, mereka membentuk dan kami juga membina, jadi ada kerja samanya,” ujarnya.

Total seluruh UMKM di wilayah Kabupaten Serang sampai saat ini sebanyak 25.000. Untuk membina mereka memang memerlukan banyak kesabaran. Sebab yang menjadi keluhan pelaku UMKM selama ini, adalah masalah klasik, yakni permodalan. “Tapi, kami sudah ada kerja sama dengan Jamkrida untuk permodalannya. Ada KUR juga dari pemerintah, terus untuk pemasarannya kami kerja sama dengan waralaba,” ucapnya.

Selain itu, untuk mendukung perkembangan UMKM tersebut, pihaknya terus mengembangkan sentra UMKM. Bahkan, saat ini beberapa produk UMKM sudah ada yang masuk di Bandara Internasional Soekarno -Hatta. “Terus ada juga jahe merah di Kragilan yang sudah masuk supermarket itu yang harus kami bantu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, meskipun saat ini pihaknya terus gencar mendorong, agar produk UMKM masuk waralaba, namun banyak pelaku UMKM yang mengeluh, karena barangnya ingin langsung dibayar. Akan tetapi, yang menjadi kendala, supermarket tersebut tidak bisa langsung bayar, mereka menginginkan barang sudah laku baru dilakukan pembayaran. “Bagusnya waralaba sudah ada yang nurut, tapi syaratnya kalau waktunya kedaluwarsa pedagang harus ganti,” katanya. (DN)***


Sekilas Info

Laba Jamkrida Banten Capai Rp 1,5 Miliar

SERANG, (KB).- PT Jamkrida Banten terus menunjukkan perkembangan yang baik, saat ini badan usaha milik daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *