Selasa, 16 Oktober 2018

Tewaskan Dua Satpam di Ciputat, Penjual Miras Oplosan Ditangkap

TANGERANG, (KB).- Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menahan Roni Mulia Rajagukguk (50), sebagai tersangka dalam kasus minuman keras (miras) oplosan yang telah merenggut dua nyawa di Ciputat, Tangsel. Roni ditangkap, karena diketahui sebagai penjual miras oplosan. “Kami sudah lakukan penahanan terhadap penjual miras oplosan tersebut dan akan kami kejar terus ke atasnya,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, Kamis (12/4/2018).

Ia mengatakan, pihaknya telah menyita barang bukti yang ditemukan di pos sekuriti berupa 13 botol kosong miras jenis Vodka, Mansio, dan Kratingdeng, serta sisa miras lainnya dalam botol. “Sedang diperiksa secara ilmiah melalui Puslabfor Bareskrim Mabes Polri untuk dapat menentukan komposisi yang terkandung pada minuman yang dikonsumsi para korban,” tuturnya.

Selain itu, dari keterangan pelaku , dia menuturkan, jika kedua korban diketahui hampir setiap hari membeli miras oplosan tersebut ke toko kelontongannya dan dikonsumsi malam hari, sambil keduanya berjaga mengamankan kompleks perumahan tempatnya bekerja. “Pengakuan pelaku terakhir korban membeli pada Sabtu (7/4/2018) jam 22.00 WIB,” ucapnya.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 197 Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 136 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 204 Ayat (1) dan (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman sampai dengan 20 tahun.

Seperti diberitakan, AF (34) dan Rh (40), dua petugas sekuriti Perumahan Permata Bintaro Residence, Kampung Sawah, Ciputat, Tangsel tewas setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Kedua sekuriti tersebut, diduga sebelumnya sempat menenggak miras di pos sekuriti tempat mereka berjaga.

AF dan Rh diketahui sebelumnya bersama beberapa temannya sempat menenggak miras di pos jaga pada Sabtu (7/4/2018) lalu, kemudian keesokan harinya, Ahad (8/4/2018) malam, keduanya berlanjut meminum beberapa jenis miras di tempat yang sama. Miras yang dibeli keduanya berjenis Mansion dan Vodka yang dibeli dari sebuah warung kelontong. Korban kemudian meminum miras racikan yang dijual murah di warung kelontong tersebut.

Rh kemudian mengalami mual dan muntah-muntah pada Senin (9/4/2018) pagi. Karena tak kunjung membaik, Rh dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih, Ciputat untuk mendapat perawatan. Namun akhirnya, dia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (10/4/2018) siang.

Sedangkan korban AF, sempat dilarikan ke Puskesmas pada Selasa (10/4/2018) siang. Ia juga mengalami muntah dan rasa panas di bagian perut. Setelah dibawa pulang ke rumah, pada malam hari, pihak keluarga membawanya kembali ke RSUD Tangsel hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 00.00 WIB. (DA)*


Sekilas Info

Guru Honorer di Kabupaten Tangerang Mogok Ngajar

TANGERANG, (KB).- Guru honorer di Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 (FHK2), …

One comment

  1. Otak sebagian besar orang Indonesia mengalami kemunduran secara drastis. Mengapa? Karena pada hakikatnya manusia memiliki pilihan. Meminum sesuatu tanpa paksaan adalah pilihan belio2 yang notabene sudah mati itu.

    Mereka melakukan pesta miras. Dan setahu saya media telah mengabarkan bahwa dua orang yg mati tsb berpesta BERSAMA BEBERAPA ORANG TEMANNYA. YG MENJADI PERTANYAAN DISINI ADALAH: MENGAPA BEBERAPA TEMAN YG IKUT MINUM TSB TIDAK MNDAPAT DAMPAK APAPUN DARI EFEK MIRAS TSB, kalau memang benar tuduhannya. Sebaiknya tinjau kembali pemeriksaan trhadap peminum2 yg bersama dgn korban. KARENA DUNIA INI PENUH PERSAINGAN. Sementara di wilayah tempat pelaku tinggal, banyak pula yg menjual miras. SEBAIKNYA JUGA POLISI MELAKUKAN PENYELIDIKAN SECARA HOLISTIK. TIDAK SECARA PARSIAL, DAN SATU PERSEPKTIF SAJA (hanya berdasarkan pengaduan “anggota masyarakat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *